Posisi “Studi Sejarah Islam Kawasan” dalam Memperkuat Kerjasama Luar Negeri

UINSGD.AC.ID (Humas) — Pada kesempatan yang berbahagia ini, perkenankanlah saya menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul: Posisi “Studi Sejarah Islam Kawasan”

Dalam Memperkuat Kerjasama Luar Negeri. Pidato ini bertolak dari kajian yang telah saya lakukan selama menggeluti tugas mengajar mata kuliah “sejarah Islam kawasan” dan mata kuliah “studi kawasan dunia Islam. Mata kuliah sejarah Islam kawasan pada dasarnya merupakan perpaduan dari dua kajian, yaitu ilmu sejarah dan studi kawasan dunia Islam. Studi Kawasan (area studies) yang juga dikenal dengan sebutan studi regional merupakan bidang kajian interdisiplin dan sekaligus multidisiplin yang berhubungan erat dengan wilayah georafis, nasional atau budaya tertentu.

Dikatakan juga sebagai penelitian sosial multidisiplin yang memfokuskan kajiannya pada wilayah geografis tertentu atau suatu wilayah yang ditentukan secara budaya.Sebut saja Studi Kawasan Asia Tengara, Studi Kawasan Asia Timur, Studi Kawasan Asia Selatan, Studi Kawasan Amerika Latin, Studi Kawasan Afrika dan Timur Tengah, Studi Kawasan Melayu, Studi Kawasan Arab, Studi Kawasan Eropa. Penamaan Studi kawasan Asia Tenggara, Studi Kawasan Eropa didasarkan pada pendekatan geografis murni, sedangkan penamaan Studi Kawasan Melayu dan Studi Kawasan Arab ditentukan berdasarkan budaya atau penyebaran kebudayaan Melayu dan Arab.

Asep Achmad Hidayat, (Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah Peradaban Islam pada Pascasarjana)

Untuk mengetahui Naskah lengkap Pidato Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah Peradaban Islam—yang disampaikan pada Sidang Senat Terbuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Gedung Anwar Musaddad dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Rabu, 23 April 2025—dapat diunduh di laman berikut ini.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *