Digital Religion sebagai ‘Communicative Figurations’

UINSGD.AC.ID (Humas) — Saya ingin mengawali pidato ini dengan menceritakan sebuah kisah tentang seorang pemuda bernama Muhammad Abi Azkakia yang “viral” pada tahun 2022. Para pengguna TikTok atau Youtube mengenalnya sebagai Ustadz Abi.

Ia adalah seorang streamer TikTok pendiri Majelis Nurul Legends (MNL), sebuah “majelis dakwah” di platform Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), salah satu game online populer di Indonesia. Seraya memainkan keyboard dan joystick, Abi menyelipkan kata-kata motivasi keagamaan kepada sesama gamers secara real-time, bahkan ia mengklaim beberapa gamers telah menjadi mualaf setelah berpartisipasi dalam majelis ini.

Fenomena MNL merupakan salah satu contoh dari keberagamaan kontemporer yang lahir dengan dukungan media digital yang hari ini kian mudah ditemui. DalamMenjadikan platform game online sebagai ruang dakwah tentu saja merupakan hal yang unik, bahkan bagi kalangan Gen-Z sekalipun. Lebih jauh bagi kalangan generasi sebelumnya, fenomena ini mungkin mengundang kontroversi karena meskipun dakwah merupakan kewajiban teologis dan bersifat individual, namun tidak semua orang dapat dianggap “pantas” (Hasjmy, 1994; Millie et al., 2020).

Secara umum, hal ini menggambarkan adanya kontestasi otoritas keagamaan diantara kalangan tradisional dengan “para pendatang baru” sebagaimana pula digambarkan dalam sejumlah kajian (Bourdieu, 1991; Cloete, 2016; Fakhruroji, 2019b; Sardar & Inayatullah, 2003; Weber, 1968). Padahal internet, dan terutama media sosial, memiliki karakteristik yang terbuka sehingga otoritas keagamaan menjadi semakin bersifat cair (Campbell, 2007; Fakhruroji, 2015, 2019a; O’Leary, 1996; Possamai & Turner, 2014 Turner, 2007).

Oleh karena itu, alih-alih membicarakan kontestasi otoritas keagamaan sebagai akibat dari maraknya teknologi digital, saya ingin menggulirkan sekelumit gagasan teoretis untuk memahami lahirnya otoritas keagamaan digital dengan menggunakan perspektif deep mediatization, sebuah teori yang menganalisa tentang relasi yang lebih mendalam antara manusia dan media digital (Hepp, 2016, 2020a, 2020b).

Moch. Fakhruroji, (Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi)

Untuk mengetahui Naskah lengkap Pidato Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi—yang disampaikan pada Sidang Senat Terbuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Gedung Anwar Musaddad dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Rabu, 23 April 2025—dapat diunduh di laman berikut ini.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *