UINSGD.AC.ID (Humas) — Manajemen berbasis nilai (Value-based Management) merupakan pendekatan manajemen yang menekankan pentingnya nilai-nilai yang dianut oleh organisasi dalam setiap aspek pengelolaannya. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua keputusan dan tindakan yang diambil oleh organisasi didasarkan pada nilai-nilai inti yang diyakini, sehingga menciptakan keseimbangan antara tujuan finansial dan tujuan non-finansial organisasi (Ittner & Larcker, 2003).
Nilai-nilai inti ini menjadi pedoman bagi organisasi dalam mencapai visinya, termasuk dalam membentuk budaya organisasi yang kuat dan konsisten. Dalam konteks global, banyak lembaga, termasuk perusahaan dan lembaga pendidikan, menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan integritas dan reputasi mereka. Skandal keuangan, pelanggaran etika, dan krisis kepercayaan publik adalah beberapa contoh masalah yang timbul ketika organisasi gagal menerapkan nilai-nilai inti mereka secara konsisten (Martin, 2017)..
Manajemen Berbasis Nilai secara mendasar membantu segenap organisasi dan manajemen di dalamnya untuk memastikan bahwa tujuan dari organisasi dan gerak manajemen adalah untuk memaksimalkan nilai jangka panjang.
Manajemen Berbasis Nilai merupakan filosofi sekaligus metodologi yang sangat bermanfaat bagi banyak organisasi hari ini. Pendekatan ini mengakui bahwa keputusan yang dibuat setiap hari semuanya berkontribusi pada nilai organisasi.
Lembaga pendidikan, di tengah kompleksitas tantangan global, Di era disrupsi yang penuh ketidakpastian, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan spiritual, perguruan tinggi di hadapkan tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tapi juga pusat peradaban yang memanusiakan manusia, terlebih lagi perguruan tinggi yang sedari awal sudah mengisyaratkan basis nilai tertentu bagi lembaganya, tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki nilai-nilai keislaman yang kuat (Hassan, 2010).
Nilai-nilai ini mencakup kejujuran, keadilan, keterbukaan, tanggung jawab, dan kasih sayang, yang seharusnya tercermin dalam setiap aspek pengelolaan dan interaksi di kampus. Maka , Manajemen Berbasis Nilai hadir sebagai pendekatan strategis yang menempatkan nilai-nilai luhur, seperti integritas, keadilan, tanggung jawab, dan keteladanan sebagai fondasi utama tata kelola institusi pendidikan tinggi.
Perguruan tinggi Islam juga menghadapi tekanan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman dan tuntutan pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif. Penerapan manajemen berbasis nilai dapat membantu perguruan tinggi untuk tetap relevan dan kompetitif tanpa mengorbankan nilai-nilai inti mereka (Chapra, 2008), seperti integritas, tanggung jawab, keadilan, keterbukaan, dan kepedulian sosial, sebagai fondasi dalam setiap keputusan, kebijakan, dan budaya organisasi. manajemen berbasis nilai memperkuat identitas dan integritas institusi.
Penerapan manajemen berbasis nilai bukan hanya menjawab tantangan manajerial modern, tetapi juga menjadi jalan untuk mengokohkan jati diri perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi Islam, sebagai pusat ilmu, akhlak, dan peradaban. Dengan menanamkan nilai dalam setiap kebijakan dan tindakan, perguruan tinggi tidak hanya membangun sistem, tetapi juga membentuk karakter dan arah perubahan sosial yang bermakna.
Lilis Sulastri (Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam)
Untuk mengetahui Naskah lengkap Pidato Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen—yang disampaikan pada Sidang Senat Terbuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Gedung Anwar Musaddad dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Rabu, 23 April 2025—dapat diunduh di laman berikut ini.