HomeBeritaBeritaTutup OASE III PTKIN: Juara Hari Ini, Pemimpin Indonesia 2045

Tutup OASE III PTKIN: Juara Hari Ini, Pemimpin Indonesia 2045

Tutup OASE III PTKIN: Juara Hari Ini, Pemimpin Indonesia 2045

UINSGD.AC.ID (Humas) — Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., mengajak mahasiswa peserta OASE III PTKIN 2026 menjadikan prestasi sebagai bekal mengambil peran dalam kepemimpinan bangsa. Ia menegaskan, generasi yang kini menempuh pendidikan di kampus akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Pesan itu disampaikan dalam penutupan Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III PTKIN di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Menurutnya, kesempatan mengikuti kompetisi nasional harus mendorong mahasiswa semakin tekun belajar, memperkuat riset, dan mengembangkan kemampuan.

“Adik-adik mahasiswa-mahasiswi ini berarti nanti yang akan memimpin negara. Oleh karena itu, kami meminta kepada adik-adik semua agar giat belajar,” ujarnya.

Menuju Indonesia Emas 2045, bangsa Indonesia membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berjalan bersama kehidupan beragama serta semangat memberikan kemaslahatan.

OASE, merupakan bagian dari proses menyiapkan generasi tersebut. Tantangan mahasiswa berikutnya adalah menjaga kesungguhan belajar setelah kompetisi berakhir.

“OASE ini adalah satu bagian untuk menuju Indonesia Emas. Bagian yang paling inti adalah bagaimana kita kuliah dengan baik, bagaimana kita menguasai ilmu pengetahuan dalam bidangnya masing-masing,” katanya.

Prof. Sahiron meminta mahasiswa memperkuat kualitas kegiatan akademik sehari-hari. Perkuliahan, diskusi, dan penelitian menjadi ruang untuk membangun kedalaman ilmu serta kemampuan menyelesaikan persoalan.

“Kuliahnya giat, kuliahnya rajin, diskusinya juga berkualitas, risetnya juga,” pesannya.

Prestasi Perlu Dukungan Berkelanjutan

Kepada pimpinan PTKIN, Prof. Sahiron meminta perhatian bagi mahasiswa peraih prestasi agar kemampuan mereka terus berkembang. Ia menyebut beasiswa dan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebagai bentuk dukungan yang dapat dipertimbangkan sesuai regulasi.

“Kami memohon kepada para pimpinan PTKIN, apakah itu rektor, wakil rektor, atau kepala biro, agar adik-adik yang berprestasi, yang mendapatkan juara, diperhatikan,” ujarnya.

Kementerian Agama akan memikirkan bentuk pembinaan yang sesuai bagi mahasiswa peraih juara tingkat nasional. Dukungan tersebut diharapkan membantu mahasiswa memperdalam keahlian dan melanjutkan pengembangan talentanya.

Kemampuan mahasiswa harus memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Talenta-talenta yang dimiliki oleh adik-adik dalam bidangnya masing-masing terus dikembangkan dari masa ke masa sehingga kemudian menjadi manusia yang bermanfaat. Ilmunya bermanfaat, keterampilannya bermanfaat untuk masyarakat secara luas,” tuturnya.

Perkuat Keterampilan dan Kepemimpinan

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sahiron mengajak mahasiswa memanfaatkan program pengembangan kompetensi yang disediakan Diktis, termasuk PRIMA Magang.

Dengan menyampaikan bahwa program tersebut melibatkan 619 mahasiswa dan 50 perusahaan pada 2025. Dari peserta tersebut, menurutnya, 16 persen langsung diterima bekerja di perusahaan tempat magang sebelum lulus.

Pada 2026, jumlah perusahaan yang bersedia menerima mahasiswa magang meningkat menjadi 80 perusahaan. Pengalaman tersebut diharapkan memperkuat keterampilan profesional mahasiswa sekaligus melengkapi penguasaan bidang ilmu.

“Di samping menguasai ilmu dalam bidang masing-masing, tentunya kemudian punya keterampilan bagaimana bekerja, apakah itu di perusahaan, perkantoran, atau di mana pun,” katanya.

Penguatan kepemimpinan mahasiswa juga didorong melalui Akademi Kepemimpinan Nasional Mahasiswa. Prof. Sahiron berharap program tersebut dapat kembali dilaksanakan pada akhir 2026, dengan mempertimbangkan kesiapan waktu dan anggaran.

OASE III PTKIN 2026 mempertemukan 497 finalis dari 54 PTKIN dalam 18 cabang kompetisi bidang agama, sains, dan riset. Melalui ajang tersebut, berharap tumbuh talenta yang terus mengembangkan ilmu, memiliki keterampilan, dan siap mengambil tanggung jawab bagi masa depan Indonesia.

Dalam kompetisi yang berlangsung pada 3–7 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut, UIN Bandung memboyong total 5 medali yang terdiri dari 2 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Tuan rumah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta keluar sebagai Juara Umum (9 emas, 2 perak, 1 perunggu), disusul UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di posisi kedua (2 emas, 4 perak, 3 perunggu), dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menduduki peringkat ketiga.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *