Saatnya Kampanye Moderasi Beragama dari Tradisional Menuju Digital

(UINSGD.AC.ID) — Kajian tentang Islam kontemporer berkembang sangat signifikan. Apalagi fenomena menguatnya radikalisme Islam menambah ketertarikan para sarjana Muslim dan Barat untuk mengkajinya dari berbagai sudut pandang keilmuan.

Alhasil, jagad keilmuan Islam kontemporer sesak oleh kajian tentang radikalisme dan ekstremisme. Karena fenomena radikalisme terus meningkat dan memperoleh perhatian tinggi di satu sisi, maka di sisi lain kajian mengenai moderasi beragama juga meningkat. Hal ini diyakini ebagai kontra narasi atas wacana radikalisme.

Senada demikian, kampanye moderasi beragama turut meningkat di berbagai platform media baik offline dan online. Namun, kampanye moderasi beragama masih belum banyak ditulis dalam bentuk buku oleh para akademisi. Karenanya, buku ini mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi mengisi kekosongan literatur yang mempublikasikan kampanye moderasi beragama.

Buku ini pada dasarnya bertujuan untuk memberikan jawaban atas minimnya referensi tentang kampanye moderasi beragama baik secara langsung (offline) maupun di media sosial (online). Tentunya, hal ini berdasar pada “tuduhan” para akademisi yang berpandangan bahwa kampenye moderasi beragama tidak harus digaungkan karena pada dasarnya masyarakat Indonesia sudah sangat moderat. Ditambah anggapan bahwa fenomena radikalisme internet bukanlah faktor primer pembentukan sikap radikal.

Untuk mengetahui buku Kampanye Moderasi Beragama: Dari Tradisional Menuju Digital, Editor: Rifki Rosyad, Paelani Setia, Penerbit Prodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Bandung tahun 2021, dapat diunduh pada laman ini.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter