Belajar dari “Persib-Juara”

UINSGD.AC.ID (Humas) — Para Bobotoh sedang sangat berbahagia. Team kesayangan, PERSIB, berhasil menjadi juara Liga 1 2023/2024. Saat berbahagia itu akhirnya tiba, setelah 10 tahun lamanya menunggu. Selamat kepada para Bobotoh.

Di balik keberhasilan itu ada sosok-sosok penting. Sekedar menyebutkan beberapa, di sana ada sosok Bojan Hodak, Pelatih Persib Bandung asal Kroasia, yang sukses meramu kekuatan para pemain dan mengantarkannya pada kejuaraan.

Kevin Ray Mendoza, sang kiper, sukses menjaga gawang Persib. Prestasinya sangat impresif. Gawang Persib tidak berhasil dibobol di laga final. Gawang Persib dibobol satu kali, tapi terjadi saat gawang dijaga pengganti Kevin.

Di depan ada Da Silva dan Ciro Alves. yang berhasil mengolah bola menjadi gol. Tentu saja pemain tengah punya andil memasok bola ke depan. Dan pemain belakang menjadi ponggawa tangguh sehingga pertahanan PERSIB sangat kokoh.

Apa pembelajaran yang didapat? Kompak dan bekerja sama. Setiap orang melaksanakan tugasnya dengan baik. Tidak lari dari tanggung jawab. Tidak overleafe.

Tidak egois. Tidak mau menang sendiri. Tidak mau sohor sendiri. Tengok peran Ciro di pertandingan itu. Bola dia giring ke depan. Ia tidak tendang langsung ke gawang. Tapi ia berikan kepada Da Silva dan Beckham Putra. Ciro adalah Man of the Match. Ia menghasilkan double assist di final leg ke-2.

Tidak boleh ada yang egois dalam sebuah organisasi. Tidak boleh pula ada orang yang tidak bermain peran. Tidak boleh ada yang cuek bebek. Semuanya harus berperan dan memberikan kotribusi. Tidak ada super man. Yang ada adalah super team.

Tidak banyak melakukan pelanggaran. Ini penting dalam sebuah organisasi. Pelanggaran hanya akan mendatangkan sangsi. Sangsi akan mengganggu sebuah kinerja team.

Kemenangan layak dinikmati bersama. Setiap yang terlibat dalam keberhasilan harus merasakan kemenangan. Selebrasi harus dirasakan semua yang terlibat. Susah dan seang sama-sama ditanggung bersama.

Ini sebagian Lirik Lagu Persib

Hey Persib Bandung… padungdung geura tarung
Hey jangan kalah, geura tandang diiring pidua abah
Hey ulah rek keueung, sing reugreug teuneung ludeung
Nu penting mah Persib tea, kudu meunang ku cara satria

Bravo Persib. Bravo Bobotoh.

Prof Rosihon Anwar, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *