Saat UIN Bandung Mengarak Mahkota Juara Umum PORSI JAWARA di Bumi Pekalongan
UINSGD.AC.ID (Humas) — Lantai tiga Gedung Rektorat UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan mendadak bergetar oleh dentur langkah dan pekikan syukur.
Begitu tropi Juara Umum PORSI JAWARA II resmi diserahkan ke pelukan kontingen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, piala berkilau itu langsung diangkat tinggi-tinggi ke udara.

Senyum merekah dan tatap mata bangga mengiringi langkah rombongan saat membawa sang mahkota kemenangan masuk ke dalam lift, meluncur turun menuju lantai satu laksana kepulangan pahlawan menuju para pejuangnya.
Dentang pintu lift yang membuka di lantai dasar langsung disambut oleh “lautan biru” yang telah siaga menanti. Puluhan atlet dan ofisial berseragam kebanggaan Pangeran Biru menyambut kemunculan sang piala dengan sorak-sorai yang menggelegar, meruntuhkan keheningan malam penutupan.

“Siapa kita!?”
“UIN Bandung!”
“Siapa kita!?”
“UIN Bandung!”
“Bener ieu teh!?”
“Enya atuh!!”
Pekikan khas Sunda itu seketika bersambung menjadi nyanyian kemenangan berirama riang penuh kebanggaan:
“Champion deui UIN Bandung! Champion deui UIN Bandung… Champion deui…. Champion deui… Champion deui UIN Bandung…!!!!”

Suasana pecah dalam haru dan bahagia. Kilatan lampu kamera ponsel menyala tanpa henti. Di setiap sudut, para atlet berebut merangkul tropi, mengabadikan momen bersejarah lewat swafoto, mengunggah cerita ke media sosial, dan menyiarkan langsung kabar kemenangan itu ke tanah Pasundan: UIN Bandung Juara Umum!
Perjalanan tropi tak berhenti di kampus UIN Gus Dur. Konvoi arak-arakan kemenangan berlanjut menembus jalanan Kota Batik hingga tiba di lobi hotel tempat kontingen menginap. Di sana, para atlet dan ofisial yang tak sempat hadir langsung di aula penutupan sudah berjejer rapi menyambut rombongan.

Saat piala melangkah masuk pintu lobi, suasana kembali meledak. Tangis haru, pelukan hangat, dan selebrasi spontan bercampur aduk dalam sesi foto bersama yang penuh kehangatan keluarga besar kampus hijau Cibiru.
Kemenangan ini menjadi buah manis dari sepekan penuh peluh, tekad, dan doa. Dari 9 hingga 13 September 2026, sebanyak 1.495 atlet dari 18 PTKIN se-Jawa dan Madura bersaing sengit di 27 cabang olahraga, seni, dan karya ilmiah bertajuk “Energi Juara, Harmoni Nusantara”.

Di bawah kepemimpinan Rektor UIN Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., yang diwakili Wakil Rektor III Prof. Dr. Husnul Qodim, MA, serta Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan dan Alumni H. Wawan Gunawan, MM, UIN Bandung sukses mengunci tahta tertinggi dengan torehan 10 medali emas, 5 perak, dan 7 perunggu (total 22 medali), mengungguli pesaing terdekat UIN Malang (19 medali) dan UIN Surabaya (14 medali).
“Alhamdulillah, berkat ikhtiar, kerja keras, bimbingan para ofisial, pelatih, serta doa seluruh civitas akademika, kontingen kita membawa pulang 22 medali dan gelar juara umum. Mudah-mudahan ini semakin mengukuhkan kampus kita yang unggul, kompetitif, dan terdepan,” tutur Prof. Husnul Qodim penuh rasa syukur.

Tetesan keringat di gelanggang bela diri, kecermatan goresan kuas kaligrafi, syahdunya lantunan ayat suci MHQ, hingga strategi catur dan determinasi di lapangan voli serta futsal kini terbayar lunas.
Malam itu di Pekalongan, gemuruh “Champion Deui” bukan sekadar chant perayaan, melainkan bukti nyata bahwa harmoni usaha dan doa akan selalu membawa nama UIN Bandung berdiri paling tinggi.



