UINSGD.AC.ID (Humas) — Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung memperkuat kiprah akademiknya di tingkat internasional melalui kolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam 1st AWARE 2026 (Al-Awqaf Workshop for Research, Advancement and Excellence).
Acara yang diselenggarakan pada Kamis (10/9/2026), Prodi MKS FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung berperan sebagai co-host bersama beberapa kampus dan Lembaga filantropi Islam lainnya. Kegiatan berlangsung secara hibrida dari Gedung IASTH Universitas Indonesia, Jakarta, dan menjadi bagian dari rangkaian menuju 2nd GLOW BWI 2026.
Komisioner BWI sekaligus PIC 1st AWARE 2026, Dr. Sulistyowati, SE., M.Si., CWC, menyambut baik kolaborasi yang terjalin dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui Prodi MKS ini. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dalam forum riset wakaf bertaraf internasional menjadi bagian penting dalam memperluas kontribusi akademik terhadap pengembangan ekosistem perwakafan di Indonesia.
“Kami sangat senang Prodi MKS FEBI UIN Bandung dapat berkolaborasi di acara ini. Dosen dan mahasiswanya dapat mengirimkan artikel riset mereka, dan semoga di tahun depan kita bisa kembali berkolaborasi,” ungkap Dr. Sulistyowati.
Apresiasi terhadap kiprah Prodi MKS disampaikan oleh Dekan FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag. Ia menilai partisipasi aktif MKS dalam forum internasional tersebut menunjukkan keseriusan program studi dalam membangun jejaring akademik dan kelembagaan dengan mitra eksternal.
“Penghargaan setinggi-tingginya kami berikan kepada Prodi MKS yang berhasil mengambil peran penting pada forum internasional ini. Langkah kolaboratif ini sejalan dengan visi FEBI untuk terus meningkatkan reputasi akademik serta memperkokoh kemitraan strategis dengan lembaga-lembaga bereputasi,” ungkap Prof. Dudang Gojali.
Ketua Prodi Manajemen Keuangan Syariah FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Dadang Husen Sobana, M.Ag., menilai keterlibatan MKS dalam agenda internasional ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring kelembagaan sekaligus memperkuat posisi akademik program studi di bidang keuangan Islam, khususnya riset wakaf.
Menurutnya, peran sebagai co-host tidak hanya mempererat kemitraan antara MKS dan BWI, tetapi membuka ruang kolaborasi dengan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami sangat senang dan bangga Prodi MKS dapat terlibat dalam agenda 1st AWARE 2026 ini. Peran sebagai co-host tidak hanya memperkuat sinergi dengan BWI dan perguruan tinggi mitra, tetapi membuka peluang besar bagi sivitas akademika untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang pengelolaan wakaf,” ujarnya.
Keterlibatan ini menjadi bagian dari komitmen Prodi MKS dalam membangun iklim akademik yang mendorong pengembangan riset keuangan Islam yang relevan dan berkelanjutan. Dalam forum ini, Prodi MKS turut mengirimkan dua riset terbaik mengenai wakaf untuk dipresentasikan dan mendapatkan masukan dari para pengulas ahli. Dua dosen diwakili oleh Dr. Dadang Husen Sobana, M,Ag Bersama Dr. Vemy Suci Asih, ME sedangkan mahasiswa diwakili oleh Shafira Apriliesya Azzahra dan Ajeng Noer Syifa Dewi dari Angkatan 2023.
1st AWARE 2026 menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga terkait baik dalam maupun luar negeri. Sejumlah pakar dan reviewer dari perguruan tinggi terkemuka turut terlibat, di antaranya dari Universitas Indonesia., Universitas YARSI, Universitas Darussalam Gontor, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.
Para peserta mempresentasikan proposal dan karya ilmiah di bidang riset wakaf dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Rangkaian kegiatan meliputi pemaparan materi, sesi research review atau bedah riset bersama para pengulas ahli, serta pemberian penghargaan bagi karya riset terbaik.
Keterlibatan Prodi MKS sebagai co-host sekaligus partisipasi dalam presentasi riset menjadi momentum untuk memperluas jejaring akademik dan membuka peluang kolaborasi riset lintas institusi.
Melalui kolaborasi tersebut, FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya riset-riset berkualitas yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya ekosistem perwakafan di Indonesia.

