PBAK FST 2026: Deklarasi Anti-Gratifikasi Menuju Saintis Muda Unggul, Kompetitif, dan Adaptif

UINSGD.AC.ID (Humas) — Dalam rangka mewujudkan saintis muda yang unggul, kompetitif, dan adaptif berbasis rahmatan lil alamin, sebanyak 710 mahasiswa baru (Maba) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 dan Deklarasi Anti-Gratifikasi yang digelar di Lapangan Tugu Kujang, Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat lingkungan akademik, jajaran pimpinan fakultas, capaian prestasi, serta lembaga kemahasiswaan di lingkungan FST.

Dalam sambutannya, Dekan FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Hasniah Aliah, M.Si., memaparkan “PBAK Fakultas Sains dan Teknologi 2026 menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berkembang,” tegasnya.

Perjalanan panjang FST yang berawal dari embrio Program Studi Teknik Informatika pada tahun 2000 hingga resmi berdiri sebagai fakultas pada tahun 2006 pasca transformasi IAIN menjadi UIN Bandung.

“Memasuki tahun 2026 ini, FST menandai dua dekade perjalanannya dengan menaungi sembilan program studi dan lebih dari 2.800 alumni yang tersebar di berbagai sektor strategis,” ujarnya di hadapan sivitas akademika dan ratusan mahasiswa baru.

Prof. Hasniah menyoroti rekam jejak prestasi FST selama lima tahun terakhir (2021–2025). Tercatat sebanyak 548 prestasi berhasil ditorehkan mahasiswa, yang terdiri atas 258 prestasi tingkat nasional dan 290 prestasi internasional, di samping perolehan hak paten, publikasi ilmiah internasional, dan peningkatan akreditasi prodi.

“Prestasi bukan sekadar medali atau piagam, melainkan bukti konsistensi FST dalam menghasilkan riset, inovasi, dan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Ini sejalan dengan visi FST menuju fakultas yang unggul, kompetitif, dan inovatif dalam bidang sains dan teknologi berbasis Rahmatan lil ’Alamin di Asia Tenggara pada tahun 2029,” tegasnya.

Untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang berintegritas, Dekan FST menanamkan nilai budaya karakter “SAINTEK JUARA”, yaitu akronim dari Jujur, Unggul, Akuntabel, Religius, dan Adaptif. Nilai ini diharapkan menjadi pedoman moral dan etika seluruh mahasiswa dalam menjalankan aktivitas akademik maupun organisasi.

Pengenalan Lembaga Kemahasiswaan (SEMA & DEMA)

Selain pemaparan dekanat, kegiatan PBAK FST 2026 turut diisi dengan sesi pengenalan organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas. Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) FST, Hazmi, memaparkan fungsi legislatif, fungsi pengawasan, serta struktur koordinasi organisasi mahasiswa di tingkat fakultas dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FST, Ikhsan Nur Alam, didampingi Maulana Ridwan (Bidang PAO), menyambut hangat kehadiran mahasiswa baru sekaligus mengenalkan peran DEMA beserta Badan Semi Otonom (BSO).

DEMA FST memperkenalkan 8 bidang strategis yang menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa, meliputi:

Pengembangan Aparatur Organisasi (PAO): Pembentukan karakter kepemimpinan dan manajerial.

Penelitian dan Pengembangan Keilmuan (PPK): Penguatan riset dan budaya akademik.

Keislaman: Penjagaan nilai moralitas religius berbasis Rahmatan lil ’Alamin.

Kajian Strategis dan Advokasi (Kastrad): Penyaluran aspirasi dan hak-hak mahasiswa.

Sosial Masyarakat (Sosmas): Implementasi pengabdian masyarakat.

Seni dan Olahraga (Senior): Pembinaan minat, bakat, dan potensi non-akademik.

Komunikasi Media dan Informasi (Kominfo): Pusat informasi dan transparansi publik.

Ekonomi Kreatif (Ekraf): Pengembangan kemandirian finansial dan wirausaha.

Melalui rangkaian PBAK ini, mahasiswa baru FST 2026 diharapkan tidak hanya siap menempuh studi sarjana, tetapi juga aktif mengasah potensi diri untuk menjadi saintis dan teknologi yang berakhlak mulia serta berdaya saing global.

Pada PBAK FST 2026 ini dimeriahkan dengan penampilan Panji Sakti. Melalui Sinergi Sains Teknologi, dan Ekoteologi, mari bersama mewujudkan saintis muda yang unggul, kompetitif, dan adaptif berbasis Rahmatan Lil’Alamin.

“Bukan hanya tentang ilmu dan teknologi, tetapi tentang bagaimana pengetahuan dapat hadir untuk memberikan kebermanfaatan, menjaga lingkungan, serta menjawab berbagai tantangan di masa depan,” pungkasnya.

Selamat datang, Saintis Muda FST 2026! Mari bertumbuh, berproses, dan berkarya bersama.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *