UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus memperkuat strategi peningkatan serapan lulusan ke dunia kerja melalui kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Sosialisasi Program Magang Nasional Kemnaker RI ini universitas membekali calon wisudawan dengan akses terhadap program magang berskala nasional sebagai sarana meningkatkan kompetensi, pengalaman profesional, dan daya saing sebelum memasuki dunia kerja.
Kegiatan yang diselenggarakan Career Development Center (CDC) UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam rangka Pembekalan Wisuda ke-108 ini berlangsung di Aula Anwar Musaddad, Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jumat (10/7/2026).
Kerja sama dengan Direktorat Binalavotas Kementerian Ketenagakerjaan RI, para calon wisudawan diperkenalkan pada Program Magang Nasional melalui platform MagangHub dan SIAPkerja. Program ini menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan tingkat serapan lulusan, yang ditargetkan naik dari sekitar 10 persen pada 2025 menjadi 15–20 persen pada 2026.

Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., didampingi oleh Wakil Rektor III Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A menegaskan bahwa kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan merupakan wujud komitmen universitas dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki pengalaman, keterampilan, dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap para lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dapat memanfaatkan berbagai program pengembangan karier yang disediakan pemerintah sehingga memiliki pengalaman, keterampilan, dan jejaring profesional yang akan meningkatkan daya saing mereka di dunia kerja,” ujarnya.
Kepala Career Development Center (CDC) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Heri Gunawan, S.Pd.I., M.Ag., menjelaskan bahwa sosialisasi Program Magang Nasional melalui MagangHub dan SIAPkerja merupakan langkah strategis untuk menjembatani lulusan dengan kebutuhan dunia industri.

“Kami sengaja berkolaborasi dan menghadirkan narasumber dari Kementerian Ketenagakerjaan dalam rangka memberikan pemahaman yang utuh bagi para calon wisudawan agar bisa mendaftar dan diterima dalam Program Magang Nasional Kemnaker angkatan kedua tahun 2026,” jelasnya.
Menurutnya capaian Program Magang Nasional pada 2025 menunjukkan hasil yang positif. Sebanyak 769 lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung atau sekitar 10 persen dari total lulusan berhasil mengikuti program tersebut. Pada tahun ini, CDC menargetkan peningkatan partisipasi lulusan menjadi 15–20 persen.
“Harapannya, pada periode tahun 2026 jumlah lulusan yang mengikuti Program Magang Nasional terus meningkat. Program ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi lulusan untuk memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring profesional, sekaligus memperbesar peluang memperoleh pekerjaan setelah lulus,” tambahnya.
Narasumber dari Direktorat Binalavotas Kementerian Ketenagakerjaan RI, Niken Dwi Wijayanti, B.Eng., M.S.E., selaku Wakil Ketua Tim Fasilitasi dan Pelayanan Penyelenggaraan Pemagangan Dalam Negeri, menjelaskan bahwa Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026 merupakan bagian dari Paket Kebijakan Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia sekaligus penciptaan lapangan kerja. Program ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan pemerintah, dunia industri, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem talenta yang berkelanjutan.

Program Pemagangan Nasional bukan sekadar pelatihan kerja, melainkan investasi pengembangan sumber daya manusia yang memberikan pengalaman kerja nyata kepada lulusan perguruan tinggi, menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan, serta mempercepat transisi lulusan dari kampus menuju dunia kerja.
Niken mengungkapkan, keberhasilan penyelenggaraan angkatan pertama menjadi dasar perluasan program pada tahun ini. Sebanyak 102 ribu peserta dari berbagai perguruan tinggi telah mengikuti program tersebut dengan dukungan lebih dari 8.000 perusahaan dan kementerian, serta mencatat tingkat penyelesaian di atas 95 persen. Selain itu, 66 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi, sementara 29,2 persen memperoleh job offer atau direkrut langsung oleh perusahaan mitra setelah menyelesaikan program magang.
“Melihat hasil tersebut, pemerintah meningkatkan skala Program Pemagangan Nasional Angkatan II Tahun 2026 dengan target 150 ribu peserta, atau meningkat sekitar 50 persen dibanding angkatan sebelumnya. Program ini diperluas dengan mencakup lulusan pendidikan profesi serta memberikan sertifikasi kompetensi BNSP secara gratis sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi peserta,” paparnya.

Seluruh proses pendaftaran, seleksi, pelaksanaan, hingga pelaporan dilakukan secara digital melalui platform MagangHub yang terintegrasi dengan SIAPkerja. Peserta yang memenuhi persyaratan, yakni lulusan diploma, sarjana, atau pendidikan profesi maksimal satu tahun setelah lulus, akan mengikuti program magang selama enam bulan.
Selama mengikuti program, peserta memperoleh berbagai manfaat, di antaranya uang saku setara upah minimum sesuai lokasi magang, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor dari perusahaan, sertifikat pemagangan, serta sertifikasi kompetensi BNSP tanpa biaya.
Menurutnya, manfaat Program Pemagangan Nasional tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga dunia usaha dan perekonomian nasional. Program ini berkontribusi meningkatkan kualitas tenaga kerja, menekan angka pengangguran terdidik, memperkuat daya saing industri melalui penyediaan talenta yang siap kerja, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya manusia.
“Hanya melalui kolaborasi strategis antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi, kita dapat membangun ekosistem talenta yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” tegasnya.

Mengusung tema “Prepare Your Best and Get a Better Future”, kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para calon wisudawan. Sosialisasi tersebut diharapkan mendorong semakin banyak lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung memanfaatkan Program Magang Nasional sebagai pintu masuk membangun pengalaman kerja, meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring profesional, dan mempercepat transisi menuju dunia kerja.
Tentunya, sinergi dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak, tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas secara akademik, tetapi memiliki kesiapan karier dan mampu bersaing di dunia profesional.

