UINSGD.AC.ID (Humas) — Festaria 2026 hadir sebagai panggung bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk mengusung tema “Menari dalam Irama, Berkarya dalam Harmoni.”
Festival seni yang menjadi bagian dari pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) ini menghadirkan karya mahasiswa semester II, IV, dan VI melalui seni tari, musik, serta media pembelajaran edukatif sebagai wujud kompetensi calon pendidik anak usia dini.
Festaria 2026 dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan PIAUD, Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., CIPS., CHt., didampingi Sekretaris Jurusan Arif Nursihah, S.Th.I., M.A. di Gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG), Rabu (1/7/2026).
Ketua Pelaksana, Maulid Muhammad Al-Fath, menjelaskan bahwa Festaria merupakan singkatan dari Festival Tari dan Irama PIAUD 2026. Kegiatan ini menjadi implementasi Ujian Akhir Semester bagi mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025 melalui kolaborasi lintas angkatan dalam menampilkan kreativitas di bidang seni dan pendidikan anak usia dini.
“Festaria bukan sekadar wadah untuk menampilkan seni tari dan irama. Kegiatan ini kami rancang untuk menumbuhkan kreativitas, membangun kepercayaan diri mahasiswa, sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi antarmahasiswa PIAUD,” jelasnya.
Perwakilan dosen pengampu Mata Kuliah Seni Musik dan Seni Tari, Shelly Pratiwi, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung atas dukungan terhadap penyelenggaraan Festaria 2026 sebagai bentuk pelaksanaan UAS yang inovatif.
Menurutnya, pementasan seni musik dan seni tari yang ditampilkan mahasiswa merupakan implementasi pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai aspek perkembangan anak usia dini, mulai dari kemampuan psikomotorik, perkembangan bahasa, hingga pendidikan karakter.
Tidak hanya menghasilkan pertunjukan tari dan musik, proses pembelajaran pada mata kuliah tersebut juga melahirkan berbagai luaran berupa kostum, properti pertunjukan, aransemen musik, serta lagu-lagu edukatif yang dirancang dan diproduksi sendiri oleh mahasiswa. Seluruh karya tersebut menjadi bagian dari media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran anak usia dini di sekolah maupun lembaga PAUD.
“Pembelajaran di PIAUD tidak cukup hanya bersifat teoritis. Mahasiswa juga harus menguasai kompetensi pedagogik dan keterampilan dalam merancang pembelajaran yang menyenangkan. Kami berharap pengalaman melalui Festaria ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan konsep belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar ketika kelak menjadi pendidik anak usia dini,” ujarnya.
Dalam arahannya, Ketua Jurusan PIAUD, Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., CIPS., CHt., menjelaskan bahwa pelaksanaan UAS tahun ini dikemas secara serentak melalui pertunjukan seni, gerak, dan expose alat permainan edukatif hasil karya mahasiswa semester II, IV, dan VI.
Model evaluasi ini tidak hanya mengukur kemampuan akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kompetensi secara nyata sesuai bidang keilmuan Pendidikan Anak Usia Dini.
Pihak jurusan sangat mengapresiasi kolaborasi para dosen pengampu, khususnya Mata Kuliah Perkembangan Musik Anak Usia Dini dan Kajian Seni Tari Anak Usia Dini, yang berhasil menghadirkan Festaria sebagai model pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
“Pelaksanaan UAS Raya ini menjadi bentuk evaluasi yang lebih aplikatif melalui performa gerak, seni, dan expose alat permainan edukatif. Ke depan, kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan agar semakin semarak, bahkan melibatkan peserta didik dari TK maupun RA di sekitar kampus sehingga memberikan dampak yang lebih luas bagi pendidikan anak usia dini,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang berbeda, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, H. Fakry Hamdani, M.Hum., M.Res., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Festaria 2026 sebagai inovasi pembelajaran yang mampu memadukan teori, praktik, kreativitas, dan kolaborasi mahasiswa.
Menurutnya, pembelajaran di perguruan tinggi harus mampu menghasilkan pengalaman belajar yang autentik sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu mengimplementasikannya dalam karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Festaria menunjukkan bahwa pembelajaran di FTK tidak berhenti pada penguasaan teori. Mahasiswa mampu menghasilkan karya nyata yang mencerminkan kompetensi pedagogik, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, sekaligus menghasilkan berbagai luaran pembelajaran seperti media edukatif, kostum, properti, musik, dan lagu yang siap diterapkan di satuan PAUD. Model evaluasi berbasis performa seperti ini menjadi bagian dari upaya FTK dalam melahirkan lulusan yang profesional, adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan,” ujarnya.
Irama musik berpadu dengan gerak tari, sementara kreativitas mahasiswa tampil dalam harmoni di atas panggung. Kemeriahan acara semakin terasa melalui pemutaran after movie kegiatan serta penyerahan sertifikat kepada dosen pengampu dan perwakilan kelompok sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan karya yang telah dihasilkan.
Gebyar Seni Festaria 2026 menampilkan beragam karya mahasiswa semester IV dan VI, di antaranya Tari Kupu-Kupu Terbang Tinggi, Selalu Ada di Nadimu dan Sempurna, Tari Buah-buahan, Kepompong dan Tiba-tiba, Tari Gema Budaya Pasundan, 4 Kata Ajaib dan Manuk Dadali, Tari Harmoni Alam Desa, Kasih Ibu dan Boria, Tari Jejak Simbiosis di Tengah Sawah, Setinggi Langit dan Ajaib, Tari Profesi di Ibu Kota, Kalau Kau Suka Hati dan Gembira Berkumpul, Tari Persahabatan Biri-biri, Ibu Kita Kartini dan Terhebat, Tari Sahabat Rimba, serta Laskar Pelangi dan Satu-satu. Seluruh penampilan dipersembahkan oleh mahasiswa dalam kelompok-kelompok kolaboratif sebagai bagian dari penilaian UAS berbasis performa.
Lebih dari sekadar media evaluasi pembelajaran, Festaria 2026 menjadi ruang apresiasi bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran pada aspek seni, kreativitas, perkembangan fisik-motorik, kemampuan berbahasa, inovasi media pembelajaran, serta menghasilkan luaran pembelajaran berupa kostum, properti, musik, dan lagu edukatif yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan belajar anak usia dini.
Dengan adanya Festaria 2026, Jurusan PIAUD Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap pelaksanaan UAS tidak lagi dipandang sebatas evaluasi akademik, tetapi menjadi ruang yang mampu memadukan kreativitas, seni, kolaborasi, dan inovasi dalam mencetak calon pendidik anak usia dini yang profesional, percaya diri, serta mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan melalui prinsip belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar.


