UINSGD.AC.ID (Humas) — Civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengikuti Pembinaan Pegawai, Peresmian Gedung Riset dan Peradaban Islam yang berlangsung di Gedung PPG (Pendidikan Profesi Guru) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Kampus II, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Kepala Biro SDM Kemenag RI, Dr. Muhammad Zain, M.Ag., Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kerukunan Umat Beragama, Pengawasan, dan Kerjasama Luar Negeri Gugun Gumilar, M.A., Ph.D., Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Ketua Senat Prof. Dr. Mahmud, M.Si., para pimpinan universitas, para Dekan dan Direktur Pascasarjana, Kepala Kantor Wilayah, Kota dan Kabupaten Kemenag, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.
Acara ini digelar sebagai bentuk penguatan komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam mengembangkan budaya riset, inovasi, dan pembentukan karakter mahasiswa di era transformasi pendidikan tinggi.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Rosihon Anwar menyampaikan bahwa kehadiran Gedung Riset dan Peradaban Islam diharapkan menjadi pusat pengembangan penelitian dan pelestarian khazanah keislaman serta kebudayaan lokal.
“Kami terus berupaya mendukung program prioritas Kementerian Agama, termasuk penguatan ekoteologi dan pengembangan kampus hijau. Kehadiran Gedung Riset dan Peradaban Islam ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penelitian serta pengembangan peradaban Islam yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Guru Besar Ilmu Tafsir menjelaskan bahwa gedung riset ini akan menjadi ruang kolaborasi akademik yang mendukung berbagai kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa. “Gedung ini diharapkan mampu menjadi pusat dokumentasi dan pengembangan nilai-nilai Islam serta kearifan lokal Sunda yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” jelasnya.
Dalam arahannya, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi harus memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi tantangan zaman.
“Tidak cukup hanya mencetak orang yang benar dan baik. Perguruan tinggi juga harus mencetak generasi yang mampu memahami perkembangan zaman, memiliki kemampuan bahasa, keterampilan seni, olahraga, serta karakter yang kuat,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini bukan hanya peningkatan prestasi akademik, melainkan bagaimana membangun karakter mahasiswa di tengah derasnya arus informasi digital. Oleh karena itu, nilai-nilai seperti ikhlas, sabar, tawadhu, dan istiqamah harus terus ditanamkan dalam kehidupan kampus.
Imam Besar Masjid Istiqlal mengapresiasi berbagai capaian UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam pengembangan kampus hijau dan inovasi penelitian. Dengan berharap kampus dapat terus meningkatkan prestasi serta memperkuat peran sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“UIN Sunan Gunung Djati merupakan salah satu Universitas penghijauan paling bagus nomor satu, dan tetap mempertahankan kredibilitasnya, serta menjadi kampus yang istiqamah,” bebernya.
Menag mengajak mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk menanamkan prinsip ISTIQAMAH (Ikhlas, Sabar, Tawadu, Ikhsan, Qonaah, Amanah, Muruah, Akhlak, dan Hilmi) sebagai fondasi dalam membangun karakter generasi masa depan.
Kecerdasan akademik harus diimbangi dengan nilai-nilai moral dan spiritual agar mahasiswa mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital yang semakin kompleks.
Pada kesempatan yang sama, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ilmi Nurul Ramadhani, mengaku antusias dengan hadirnya Gedung Riset dan Peradaban Islam. Menurutnya, gedung tersebut membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat dan bakat di berbagai bidang.
“Dari pemaparan Menteri Agama, saya menangkap bahwa mahasiswa tidak hanya didorong untuk unggul dalam akademik, tetapi juga dalam seni, olahraga, dan berbagai potensi lainnya. Semoga fasilitas yang ada di gedung ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, baik dari Kampus I maupun Kampus II,” ungkapnya.
Dengan adanya peresmian Gedung Riset dan Peradaban Islam ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap dapat memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan pengembangan karakter mahasiswa guna mendukung terwujudnya perguruan tinggi Islam yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing global. (Fitri Awaliyah dan Sahara Putri Amiliana / Magang)
