UINSGD.AC.ID (Humas) — Secara Nasional Sistem Seleksi Elektronik (SSE) Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 dilaksanakan secara luring tetapi dengan sistem CBT online on-seat (Computer Based Test menggunakan aplikasi daring tetapi peserta harus hadir di tempat ujian).
Dalam pelaksanaannya diikuti oleh 64.479 peserta yang tersebar di 58 PTKIN seluruh Indonesia dan 1 PTN (Fakultas Agama Islam Singaperbangsa Karawang)
Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Dadang Rusmana, M.Ag., didampingi oleh Kepala Bagian Akademik Jajang Burhanudin, S.Ag, S.S, M.Hum., Ketua dan Sekretaris Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), Dr. Mohamad Erihadiana, M.Pd., H. Aldy Rialdy Atmadja, M.T., menjelaskan peserta Ujian di UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebanyak 4631 orang, termasuk 4 orang peserta berkebutuhan khusus (tuna netra 2 orang, dan tuna rungu 2 orang).
Pelaksanaan UM-PTKIN di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dipusatkan di Gedung Lecture Hall, yang berlangsung selama 4 hari mulai Senin tanggal 8 Juni 2026 sampai dengan Kamis tanggal 11 Juni 2026. Terdiri dari 12 sesi. Setiap hari ujian terdiri dari 3 sesi.
“Setiap 1 sesi diikuti oleh 400 peserta yang ditempatkan pada 16 ruangan, ditambah 1 ruangan peserta berkebutuhan khusus. Kecuali sesi ke-12 jumlah peserta ditempatkan pada 10 ruangan,” jelasnya.
Pendaftar UM-PTKIN ke UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebanyak 8346, ranking 1 Nasional dengan rincian pilihan 1: 5729 peserta; pilihan 2: 5462 peserta; dan pilihan 3: 4765 peserta.

Daya tampung dari 33 Prodi Sarjana yang ditawarkan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung melalui jalur UM-PTKIN sebanyak 2375 orang.
Lima prodi paling diminati jalur UM-PTKIN untuk UIN Sunan Gunung Djati Bandung: Manajemen Haji dan Umrah (2088); Manajemen Keuangan Syariah (1239); Bimbingan dan Konseling Islam (936); Pendidikan Agama Islam (911); Ekonomi Syariah (899).
Dengan pelaksanaan SSE UM-PTKIN 2026 ini, UIN Bandung berharap dapat menjaring calon mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia yang siap melanjutkan pendidikan tinggi berbasis keislaman dan keilmuan secara integratif.


