UINSGD.AC.ID (Humas) — Upaya penguatan kapasitas akademik, kepemimpinan, integritas, dan daya saing global mahasiswa penerima beasiswa yang berasal dari berbagai pesantren di Indonesia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Pembinaan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) bagi mahasiswa angkatan 2022, 2023, 2024, dan 2025 di Shakti Hotel Bandung, 3–4 Juni 2026.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., serta dihadiri Kepala Pusat Pendanaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama RI, Dr. H. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag., jajaran pimpinan universitas, wakil dekan III dan para mahasiswa penerima beasiswa.
Dalam laporannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Husnul Qodim, S.Ag., M.A., menjelaskan pembinaan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pengelola Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dalam meningkatkan kualitas akademik, kapasitas kepemimpinan, serta daya saing mahasiswa penerima beasiswa.

Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya Pengelola PBSB UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah menyelenggarakan berbagai program pembinaan, mulai dari matrikulasi akademik, pelatihan penulisan karya tulis ilmiah, pelatihan pengelolaan jurnal ilmiah bersama pengelola jurnal profesional, hingga pembinaan dan persiapan karier mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun studi lanjut.
“Sebagai bagian dari penguatan kompetensi global, kami juga mengirimkan mahasiswa penerima beasiswa untuk mengikuti program intensif pembelajaran Bahasa Inggris di Pare, Kediri. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi internasional mahasiswa sehingga mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Prof. Husnul menuturkan, pembinaan tahun 2026 mengusung tema “Empowering Santri Scholars: Berprestasi, Berintegritas, dan Berdaya Saing Global dalam Spirit Rahmatan lil ‘Alamin.” Tema ini dipilih sebagai ikhtiar untuk memperkuat karakter mahasiswa santri agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki integritas, kemampuan adaptasi, dan daya saing global yang tetap berlandaskan pada nilai-nilai keislaman.
Untuk pembinaan tahun ini, peserta memperoleh lima materi utama, yaitu Penguatan Karakter dan Integritas Mahasiswa Berprestasi, Smart Digital Literacy dan Personal Branding Mahasiswa Berprestasi, Beyond Scholarship: Menumbuhkan Budaya Riset Mahasiswa Berprestasi, Academic Planning dan Study Achievement Mahasiswa Berprestasi, serta Smart Management dan Mental Resilience Mahasiswa Berprestasi.
Hingga saat ini, jumlah penerima Beasiswa PBSB dan LPDP Santri Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Mitra UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang masih aktif mencapai 102 mahasiswa, terdiri atas 29 mahasiswa angkatan 2022, 35 mahasiswa angkatan 2023, 20 mahasiswa angkatan 2024, dan 18 mahasiswa angkatan 2025 yang tersebar di berbagai fakultas.
“Alhamdulillah, pada tahun ini UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali mendapatkan kepercayaan untuk mengelola Program Beasiswa Santri LPDP-BIB dengan kuota 20 calon awardee yang akan menempuh studi di Fakultas Sains dan Teknologi,” ungkapnya.
Guru Besar Fakultas Ushuluddin ini menjelaskan bahwa kerja sama Program Beasiswa Santri Berprestasi antara Kementerian Agama Republik Indonesia dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah berlangsung sejak tahun 2013. Seiring perkembangan kebijakan pendidikan tinggi nasional, program ini bertransformasi menjadi bagian dari Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) LPDP-Kementerian Agama RI yang dikelola oleh Pusat Pendanaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA).
Alumni PBSB UIN Sunan Gunung Djati Bandung kini telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri. Para alumni berkiprah sebagai guru, dosen, aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, praktisi pemerintahan, politisi, peneliti, wirausahawan, serta profesional di berbagai sektor strategis. Sebagian lainnya melanjutkan studi magister dan doktoral di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
“Hal ini menunjukkan bahwa Program PBSB telah memberikan dampak positif dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik yang baik, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., secara resmi membuka kegiatan Pembinaan PBSB Tahun 2026. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada PUSPENMA Kementerian Agama RI serta Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan pembinaan bagi mahasiswa penerima beasiswa.
“Atas nama pimpinan, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Ruchman Basori dari PUSPENMA Kementerian Agama RI dan memberikan apresiasi kepada Bagian Kemahasiswaan yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan mengisi dan memperkuat kompetensi para santri yang telah meraih kesempatan menempuh pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama RI. Maju bersama, berkah bersama,” ujarnya.
Rektor menjelaskan bahwa PBSB merupakan program afirmatif yang memberikan kesempatan kepada santri berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa. Program ini menjadi bagian penting dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang memiliki keseimbangan antara penguasaan ilmu keislaman, kemampuan akademik, dan kompetensi profesional.
“Program ini mendidik santri agar tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga kompetensi akademik dan profesionalisme yang dibutuhkan di dunia modern. Kesiapan mental, akademik, dan spiritual menjadi modal penting bagi mahasiswa PBSB sebagai generasi calon pemimpin bangsa di masa depan,” jelasnya.
Prof. Rosihon menyoroti kiprah para alumni PBSB yang telah menunjukkan kontribusi nyata di berbagai bidang. “Alumni Program Beasiswa Santri Berprestasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah membuktikan bahwa mereka adalah generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Mereka tidak hanya menorehkan prestasi akademik, tetapi juga hadir sebagai pengabdi yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara di berbagai bidang,” ungkapnya.
Sejumlah alumni PBSB telah berhasil melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi ternama di luar negeri, seperti Australia, Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, dan negara lainnya, sembari tetap menjunjung tinggi nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan.
“Kami bangga melihat banyak alumni PBSB yang melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi terkemuka di luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pendidikan, pembinaan, serta ekosistem akademik yang dibangun di UIN Sunan Gunung Djati Bandung mampu melahirkan kader bangsa yang berdaya saing global,” katanya.
Selain melanjutkan studi, para alumni PBSB telah berkiprah sebagai dosen, guru, perwira militer, aparatur sipil negara, serta profesional di berbagai instansi dan lembaga yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Pada sesi awal, peserta mendapatkan materi mengenai Arah dan Kebijakan Beasiswa Santri LPDP-BIB serta Peran Strategis Mahasiswa Penerima Beasiswa yang disampaikan oleh Kepala PUSPENMA Kementerian Agama RI, Dr. H. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag. Dalam paparannya, menjelaskan berbagai kebijakan pengelolaan beasiswa dan menegaskan pentingnya peran mahasiswa penerima PBSB dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul berbasis pesantren.
“PBSB tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membentuk santri yang adaptif, kritis, dan siap berkompetisi di dunia akademik. Program ini merupakan ikhtiar Kementerian Agama untuk melahirkan santri cendekia yang unggul di berbagai disiplin ilmu tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai kepesantrenannya,” ujarnya.
Ruchman mendorong para mahasiswa penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya, memperkuat kapasitas akademik, mengembangkan budaya riset, serta membangun jejaring yang luas sebagai bekal menghadapi tantangan global.
Selain materi dari Kepala PUSPENMA, peserta juga memperoleh pembekalan dari para narasumber yang kompeten di bidangnya. Prof. Dr. Hj. Hasniah Aliah, M.Si. menyampaikan materi Penguatan Karakter dan Integritas Mahasiswa Berprestasi, H. Fakry Hamdani, S.S., M.Hum., Ph.D. membahas Smart Digital Literacy dan Personal Branding Mahasiswa Berprestasi, sedangkan Prof. Dr. H. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag. memberikan materi Beyond Scholarship: Menumbuhkan Budaya Riset Mahasiswa Berprestasi.

Materi lainnya disampaikan oleh Prof. Dr. H. Ali Nurdin, Ph.D. tentang Academic Planning and Study Achievement Mahasiswa Berprestasi, serta Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si. yang membahas Smart Management and Mental Resilience Mahasiswa Berprestasi.
Seluruh rangkaian pembinaan berlangsung secara interaktif dengan dipandu oleh para moderator dari kalangan dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sesi kebijakan beasiswa dan peran strategis mahasiswa penerima PBSB bersama Dr. H. Ruchman Basori, S.Ag., M.Ag. dimoderatori oleh Ibrahim Nur A., S.Ag., M.A.. Materi Penguatan Karakter dan Integritas Mahasiswa Berprestasi yang disampaikan Prof. Dr. Hj. Hasniah Aliah, M.Si. dipandu oleh Dr. Undang Syarifudin, M.Kom, sedangkan materi Smart Digital Literacy dan Personal Branding Mahasiswa Berprestasi oleh H. Fakry Hamdani, S.S., M.Hum., Ph.D. dimoderatori Dr. H. Idad Suhada, M.Pd.
Pada hari kedua, sesi Beyond Scholarship: Menumbuhkan Budaya Riset Mahasiswa Berprestasi bersama Prof. Dr. H. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag. dipandu oleh Dr. R. Yuli Ahmad Hambali, M.Hum. Selanjutnya, materi Academic Planning and Study Achievement Mahasiswa Berprestasi yang disampaikan Prof. Dr. H. Ali Nurdin, Ph.D. dimoderatori oleh Dr. H. Moh. Dulkiah, M.Si., sementara sesi Smart Management and Mental Resilience Mahasiswa Berprestasi bersama Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si. dipandu oleh Dr. H. Irfan Fahmi, M.Psi.
Ketua Tim Kerja Bagian Kemahasiswaan dan Alumni, H. Wawan Gunawan, S.Ag., M.M., menuturkan melalui kegiatan pembinaan ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap mahasiswa penerima PBSB tidak hanya mampu mempertahankan prestasi akademik, tetapi memiliki karakter kuat, integritas tinggi, kemampuan kepemimpinan, serta daya saing global yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.
“Mudah-mudahan para penerima beasiswa diharapkan menjadi generasi santri unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara dalam spirit rahmatan lil ‘alamin,” pungkasnya.
