UINSGD.AC.ID (Humas) — Hari Buku Sedunia menjadi momen penting untuk mengingat kembali peran buku dalam membangun peradaban. Bagi mahasiswa, buku bukan hanya sumber tugas dan referensi kuliah, tetapi mejadi sarana memperluas wawasan, melatih nalar kritis, serta membuka peluang masa depan.
Berikut lima fakta menarik yang wajib diketahui mahasiswa.
1. Diperingati Setiap 23 April
Hari Buku Sedunia diperingati setiap 23 April setiap tahunnya. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan momentum wafatnya sejumlah tokoh sastra dunia, termasuk William Shakespeare dan Miguel de Cervantes. Karena itu, tanggal ini memiliki nilai historis dalam dunia literasi.
2. Ditetapkan oleh UNESCO
Peringatan ini resmi ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 1995. Tujuannya untuk mendorong budaya membaca, mendukung industri penerbitan, serta melindungi hak cipta penulis di seluruh dunia.
3. Buku Bukan Sekadar Cetakan
Di era digital, makna buku semakin luas. Kini buku hadir dalam bentuk cetak, e-book, audiobook, hingga jurnal digital. Mahasiswa perlu memanfaatkan seluruh format tersebut agar lebih mudah mengakses ilmu pengetahuan kapan saja.
4. Membaca Meningkatkan Prestasi Akademik
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan membaca membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menulis, konsentrasi, dan pemahaman materi kuliah. Mahasiswa yang rajin membaca umumnya lebih siap menghadapi diskusi, ujian, dan riset.
5. Kampus adalah Rumah Literasi
Perpustakaan, ruang baca, jurnal kampus, hingga komunitas diskusi merupakan bagian dari ekosistem literasi di perguruan tinggi. Hari Buku Sedunia menjadi pengingat bahwa kampus seharusnya menjadi tempat tumbuhnya budaya membaca dan menulis.
Bagi mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Hari Buku Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah ajakan untuk kembali akrab dengan buku sebagai sahabat belajar dan pintu masa depan. Satu buku yang dibaca hari ini bisa mengubah cara berpikir esok hari.
