Malam Puncak Hari Santri Nasional 2025 Berlangsung Meriah dan Khidmat!

UINSGD.AC.ID (Humas) — Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar resepsi puncak Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang bertempat di Gedung Aula Anwar Musaddad, Rabu (29/10/205) malam.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Mustasyar PWNU Jawa Barat KH Tantowi Jauhari, Kepala Pusat Pengembangan pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM Prof Rohmat Mulyana Sapdi, Rektor sekaligus pembina KBNU UIN SGD Bandung H Rosihon Anwar, Kabid Pontren Kanwil Kemenag Jawa Barat H Ahmad Fatoni, Kepala Pembinaan Mental Pangdam III Siliwangi, Ketua IKA PMII Kota Bandung H Agustani, Ketua IKA PMII Kabupaten Bandung H Tarya, para pejabat kampus dan ribuan mahasiswa dan santri di lingkungan UIN SGD Bandung.

Dalam sambutannya, ketua pelaksana kegiatan H Dudang Gojali melaporkan bahwa resepsi HSN 2025 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung menghadirkan sejumlah kegiatan antara lain lomba debat publik, bussines plan pesantren, lomba menulis essai, Bahtsul Kutub, Expo UMKM Pesantren dan Inuagurasi Semarak Hari Santri 2025.

“Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara UIN, Kanwil Kemenag Jawa Barat dan KBNU. Jadi kolaborasi, saling menopang, membesarkan, dan saling melengkapi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, H Dudang menyebutkan bahwa kegiatan tersebut juga diikuti oleh organisasi ekstra mulai dari PMII, HMI, alumni pesantren hingga ormas lainnya. “Karena bagi kita semua, Hari Santri bukan hanya milik orang NU saja tapi juga milik umat islam Indonesia.

Santri bagi kita bukan hanya sekedar identitas, ia adalah napas kehidupan, cara berpikir dan cara bersikap serta bagaimana cara kita mencintai ilmu.

H Dudang mengatakan bahwa santri tidak hanya belajar dari kitab saja, tetapi juga dari kehidupan, yang tumbuh dalam disiplin dan keikhlasan.

“Pun pesantren bukan hanya tempat mengaji, tapi ruang panjang untuk menapak jiwa dan nalar, tempat di mana manusia belajar menjadi manusia seutuhnya yang beriman, berilmu, dan mengambil peran penting dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, pria yang saat ini menjabat sebagai Dekan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut juga berterima kasih kepada seluruh panitia dan pihak terkait yang telah ikut berpartisipasi dalam mensukseskan kegiatan tersebut. “Semoga Allah swt menjaga langkah kita dan memberi kekuatan untuk kita semua mempertahankan bahwa pesantren dan menjadi kita semua bagian dri cahaya menerangi masa depan bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung H Rosihon Anwar berterima kasih kepada KBNU dan seluruh pihak yang telah turut serta mensukseskan Inagurasi HSN 2025 di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. “Meski hujan besar dari Maghrib, tapi ternyata begitu hujan reda di aula ini penuh, sampai sudah tidak muat saking penuhnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut H Rosihon mengajak agar semua menerjemahkan dan implementasikan spiritt santri dalam kampus.

Menurutnya, UIN merupakan pesantren besar. “UIN ini adalah pusatnya tafaqquh fiddiin, tafaqquh fil ilmi, dan itu tradisi pesantren. Jadi bagi saya, tradisi pesantren dan perguruan tinggi tidak jauh berbeda. Maka malam ini, tentu kita memperingati Hari Santri bukan hanya peringatan seremonial, tapi kita mengingat perjuangan para ulama dan santri dalam membebaskan negara ini dari penjajahan dalam mengisi kemerdekaan. Itu semangat yang kita rasakan hari ini,” tuturnya.

Oleh karena itu, sambung H Rosihon, mari kita terjemahkan semangat Islam yang wasathiyah, inklusif, menghargai keragaman, moderat dan memegang teguh empat konsensus kebangsaan dalam konteks kampus. “Itulah kira-kira semangat yang kita ingin terjemahkan pada kesempatan kali ini,” tandasnya. (M. Rizqy Fauzi Kontributor).

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *