id Indonesian

Dino Sambangi UIN bukan Kampanye

[www.uinsgd.ac.id] Dino Patti Djalal, peserta Konvesi Calon Presiden 2014 menyambangi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sehari sebelum acara debat peserta konvensi di Bandung, Selasa (04/02). Dino disambut oleh ratusan mahasiswa serta pejabat Dekanat; Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan urusan Kemahasiswaan, Ketua LPM Dr. H. Dindin Jamaludin, serta pejabat jurusan di lingkungan Fakultas.

Sebelum ia memberikan kuliah umum, ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk kampanye. Oleh karena itu ia ingin melepaskan terlebih dahulu baju konvensinya sebelum memberikan ceramah. “Sebelumnya saya menyampaikan pengalaman saya, saya ingin melepaskan terlebih dahulu baju konvensi, tujuan saya ke sini bukan bahkan jauh dari kampanye,” ujar mantan Dubes Indonesia untuk AS tersebut.

Ia menyampaikan pengalamannya bagaimana hubungan dan eksistensi Islam di negeri Paman Sam. Dalam pandangannya Islam pertubuhannya sangat pesat bahkan menjadi salah satu agama yang masuk ke dalam sistem pemerintahan di Amerika walaupun tidak secara terlembaga. Hal ini karena Amerika secara sistem cukup akomodatif dan plural dalam menempatkan semua agama termasuk Islam. Bahkan belakangan, menurut pandangan mantan Juru Bicara Presiden tersebut spiritialitas masyarakat Amerika khususnya Kristen, Yahudi dan Islam cukup meningkat. Namun tetap masih terdapat pandangan yang kurang baik terhadap agama di Amerika, khusus untuk Islam 23% masyarakat menganggapnya kurang baik.

Bagi Oyo Sunaryo, Dino mampu menempatkan diri, walaupun dalam rentang kampanye, ia tidak memanfaatkan kampus untuk berkampanye. Oleh karena itu dia melepaskan diri dulu sebagai peserta konvensi, dan ia menempatkan diri sebagai intelektual. Hal ini dapat dilihat dari gelar akademik yang didapatkannya, sebagai seorang Doktor.

“Saya kira pas, ia pas memberikan kuliah umum untuk membuka wawasan kepada para mahasiswa apalagi di awal-awal semester sebelum mahasiswa mulai aktifitas kuliah,”ujar Dekan.

Ia juga mengatakan bahwa Dino adalah seorang intelektual karena memiliki ide dan pemikiran dalam memberikan solusi untuk permasalahan bangsa.

Dino sendiri memiliki pemikiran tentang bagaimana ke depan kita bisa menjadi muslim yang unggul.”Jika kita ingin juara, tentu harus memiliki mental juara,” tegas Dino.

Baginya, sebagai muslim, mempunyai tanggung jawab menjadi muslim yang unggul. Budaya unggul sendiri baru di Indonesia. Karena konsep unggul dikebiri oleh mistisime, kolonialisme, otoritarianism, dan oleh KKN.***[]

 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Tinggalkan Pesanx
()
x