Pelepasan KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2026

Perkuat Ekoteologi dan Rahmatan lil Alamin melalui Pengabdian di Dalam dan Luar Negeri

UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus memperkuat komitmennya dalam membangun pengabdian masyarakat yang berdampak melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 bertema “Membumikan Ekoteologi Berbasis Rahmatan lil Alamin.” Program ini menjadi implementasi penguatan Ekoteologi Kementerian Agama dan pengejawantahan visi UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat melalui pengabdian di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Sebanyak 6.770 peserta, terdiri atas 6.721 mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan 49 mahasiswa dari perguruan tinggi mitra, akan melaksanakan KKN pada 20 Juli hingga 24 Agustus 2026 dengan pendampingan 142 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Melalui 12 skema KKN, para peserta akan mengabdi di berbagai wilayah lokal, antarprovinsi, hingga delapan negara, yakni Jepang, Malaysia, Arab Saudi, Thailand, Mesir, Turki, Vietnam, dan Maroko.

Komitmen ini ditegaskan dalam Pelepasan KKN UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2026 yang dipimpin Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag., didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Dr. H. Setia Gumilar, S.Ag., M.Hum., yang digelar secara hibrida di Gedung O. Djauharuddin AR dan melalui Zoom Meeting, Jumat (17/7/2026).

Dalam arahannya, Wakil Rektor I Prof. Dadan Rusmana menegaskan bahwa KKN merupakan bagian penting dari proses pembelajaran yang menghubungkan kompetensi akademik dengan realitas kehidupan masyarakat.

“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar yang sesungguhnya. Mahasiswa harus mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, meningkatkan kompetensi, membangun kepedulian sosial, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, tema “Membumikan Ekoteologi Berbasis Rahmatan lil Alamin” mengandung dua pesan utama. Pertama, memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai implementasi program Ekoteologi Kementerian Agama. Kedua, memastikan seluruh aktivitas pengabdian membawa manfaat yang luas bagi masyarakat sesuai nilai-nilai Rahmatan lil Alamin.

Rahmatan lil Alamin bukan sekadar slogan. Kehadiran mahasiswa harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga lingkungan. Program yang dijalankan harus lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan program yang dipaksakan,” ujarnya.

Wakil Rektor I mengingatkan mahasiswa agar memulai pengabdian dengan melakukan identifikasi persoalan dan potensi desa, kemudian menyusun program secara partisipatif bersama pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh unsur yang ada.

“Datanglah untuk belajar, mendengar, dan beradaptasi. Hormati adat istiadat, budaya, dan kearifan lokal. Jangan merasa paling tahu. Bangun kepercayaan masyarakat melalui sikap santun dan keteladanan,” pesannya.

Dengan mendorong mahasiswa memanfaatkan pengalaman selama KKN sebagai sarana peningkatan kompetensi yang dapat dikonversi menjadi pengakuan akademik sesuai ketentuan program studi.

“Pengalaman di lapangan adalah proses belajar yang sangat berharga. Kompetensi yang diperoleh selama KKN dapat menjadi bagian dari penguatan akademik melalui skema konversi pembelajaran,” jelasnya.

Prof. Dadan mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama menjalankan pengabdian. Menurutnya, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk ikhtiar universitas dalam memberikan rasa aman kepada seluruh peserta, namun kewaspadaan dan kedisiplinan tetap menjadi hal utama.

Dengan mengajak seluruh peserta menjaga nama baik almamater serta menjadikan KKN sebagai momentum untuk menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

“Selamat melaksanakan KKN. Jagalah kesehatan, keselamatan, nama baik almamater, serta jadilah agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi dan kebermanfaatan di mana pun kalian mengabdi,” jelasnya.

Ketua LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Setia Gumilar, S.Ag., M.Hum., menegaskan bahwa KKN merupakan bagian integral dari kurikulum yang menjadi wahana implementasi ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan.

“KKN adalah ruang implementasi ilmu pengetahuan. Apa yang dipelajari di bangku kuliah harus mampu diterapkan dalam kehidupan nyata untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat,” ujarnya.

Pendekatan Sisdamas (Sistem Pemberdayaan Masyarakat) yang diterapkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam setiap tahapan pengabdian, mulai dari identifikasi persoalan, penyusunan program, pelaksanaan, hingga evaluasi.

“Mahasiswa jangan hanya pindah makan dan pindah tidur. Jadilah agen perubahan yang mampu menghadirkan manfaat nyata. Kehadiran mahasiswa harus memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat, bukan sekadar menjalankan rutinitas program,” tegasnya.

Setia Gumilar mengingatkan agar seluruh peserta menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi etika, sopan santun, menghormati budaya serta kearifan lokal di setiap lokasi pengabdian.

“Tampilkan akhlak yang baik, bangun komunikasi yang santun, hormati adat istiadat masyarakat, dan perkuat kerja sama dalam kelompok maupun dengan Dosen Pembimbing Lapangan. Integritas dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan KKN,” pesannya.

Dengan mengapresiasi kebijakan universitas yang memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada seluruh peserta KKN sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

“Keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, tetapi dari sejauh mana program yang dijalankan mampu memberikan manfaat dan solusi bagi masyarakat. Itulah yang akan menjadi ukuran keberhasilan sekaligus citra UIN Sunan Gunung Djati Bandung di tengah masyarakat,” bebernya.

Dalam laporannya, Ketua Pelaksana KKN 2026, Dr. H. Aep Kusnawan, M.Ag., menjelaskan bahwa tema “Membumikan Ekoteologi Berbasis Rahmatan lil Alamin” merupakan upaya menyinergikan semangat Ekoteologi Kementerian Agama dengan visi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“Kami berharap KKN tahun ini mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui penguatan nilai-nilai ekoteologi dan Rahmatan lil Alamin,” ujarnya.

KKN 2026 berlangsung sekitar 35 hari dengan lokasi pengabdian mulai dari wilayah sekitar kampus, berbagai daerah di Indonesia, hingga luar negeri. Tahun ini terdapat 12 jenis KKN, termasuk dua program baru, yakni KKN Lingkar Kampus dan KKN Daerah Binaan.

Selain KKN Sisdamas sebagai program reguler, mahasiswa mengikuti KKN Kolaboratif Luar Negeri Mandiri, KKN Kolaboratif Dalam Negeri Mandiri, KKN Tematik, KKN Orda Mitra Pemda, KKN Terpadu, KKN Responsif, KKN Kolaboratif Dosen-Mahasiswa Mengabdi, KKN Nusantara Moderasi Beragama, KKN Konversi, KKN Lingkar Kampus, dan KKN Daerah Binaan.

Untuk KKN internasional, mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di Jepang, Malaysia, Arab Saudi, Thailand, Mesir, Turki, Vietnam, dan Maroko melalui berbagai kemitraan dengan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan lembaga internasional.

“Kami bangga karena banyak mahasiswa yang berani mengikuti KKN luar negeri. Bahkan ada yang belum pernah ke luar negeri maupun naik pesawat, tetapi memiliki semangat besar untuk mengabdi dan membawa nama baik UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” katanya.

KKN dalam negeri tersebar di berbagai daerah melalui skema KKN Orda Mitra Pemda, KKN Tematik, KKN Terpadu, KKN Konversi, KKN Responsif, hingga KKN Nusantara Moderasi Beragama yang melibatkan berbagai mitra strategis.

Metode utama yang digunakan adalah Sisdamas, yaitu pemberdayaan masyarakat melalui empat siklus, mulai dari identifikasi persoalan, penyusunan program bersama masyarakat, pelaksanaan, hingga evaluasi dampak.

“KKN bukan sekadar kegiatan akademik. Mahasiswa diharapkan mampu belajar bersama masyarakat, mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi, dan menghadirkan program yang memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Seluruh peserta KKN telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan selama menjalankan pengabdian.

Di akhir laporannya, Aep menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, para dekan, Dosen Pembimbing Lapangan, pemerintah daerah, perguruan tinggi mitra, organisasi masyarakat, serta seluruh panitia yang telah mendukung penyelenggaraan KKN 2026.

Pelepasan KKN ini dihadiri oleh para Dekan, Wakil Dekan, Tim Ahli, Dosen Pembimbing Lapangan, Tenaga Kependidikan, mahasiswa dari UIN Sumatera Utara, UIN Bengkulu, IAIN Babel, UIN Purwokerto, UIN Pekalongan, UIN Semarang, UHN Bali, UIN Mataram, IAIN Pare-Pare, IAIN Sorong, Universitas Telkom,  Universitas Penang Malaysia.

Kehadiran KKN 2026, UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian masyarakat yang berdampak melalui kolaborasi lokal, nasional, dan internasional.

Dengan mengusung semangat Ekoteologi dan Rahmatan lil Alamin, KKN diharapkan melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki kepedulian sosial, kemampuan adaptasi, serta menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *