Pesona Fashion Sunda dalam KIPI 2026 di Kampus Tertua Australia

UINSGD.AC.ID (Humas) — Dr. Dedi Sulaeman, M.Hum., dosen Pascasarjana Program Studi S2 Tadris Bahasa Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dipercaya menjadi juri (Judge/Juror) presentasi bahasa Inggris pada Konferensi Internasional Pelajar Indonesia ke-11 (KIPI 2026) di The University of Sydney, Australia.

Konferensi ini berlangsung dua hari, 13 – 14 Juli 2026. Di antara ratusan peserta dari berbagai negara, sosok Dedi mencuri perhatian di area kampus ikonik The University of Sydney. Alih-alih mengenakan setelan jas formal, ia memilih tampil percaya diri dengan pakaian adat Sunda yang elegan, Iket putih (ikat kepala khas Sunda), Baju pangsi putih, Selendang hitam yang dipadukan secara harmonis.

 

“Pilihan busana ini menjadi pernyataan budaya (cultural statement) yang kuat, mengekspresikan kebanggaan akan identitas lokal Sunda di atas panggung akademik global,” jelasnya saat berbagi pengalaman menjadi juri internasional, Selasa (14/7/2026).

Sebagai juri, Dedi bertugas menilai presentasi makalah akademik dalam bahasa Inggris yang disampaikan para pelajar, mahasiswa, dan peneliti Indonesia dari berbagai penjuru dunia. Bidang yang dinilainya secara khusus adalah jalur Bahasa, Pendidikan, Seni, Desain, Budaya Pop, dan Media. Bidang yang sangat selaras dengan keahlian linguistik dan pedagogisnya.

Sebagai juri, Dedi Sulaeman bertanggung jawab menilai presentasi makalah akademik dalam bahasa Inggris yang disampaikan oleh para pelajar, mahasiswa, dan peneliti Indonesia dari berbagai belahan dunia. Ia secara khusus mengawal klaster bidang Bahasa, Pendidikan, Seni, Desain, Budaya Pop, dan Media.

Standardisasi penilaian yang diterapkannya mencakup ketepatan bahasa Inggris akademik, kedalaman argumen ilmiah, metodologi, hingga kemampuan komunikasi publik.

“Kualitas riset yang dipresentasikan sungguh membanggakan. Para pelajar Indonesia membuktikan bahwa generasi muda kita sangat mampu bersaing di level internasional. Tugas saya sebagai juri bukan hanya menilai, tetapi memberikan masukan konstruktif yang bisa mereka bawa pulang,” ungkap Dedi.

 

Selain menjadi juri, KIPI 2026 juga membuka ruang diplomasi bagi Dedi. Dia sempat bertemu dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dalam sesi keynote speaker untuk membahas potensi penguatan kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dan Australia. Dia juga bertemu Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar RI di Canberra, Yuli Rahmawati, yang ternyata mentor Dedi saat meraih Beasiswa Leadership dari DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) Jerman pada tahun 2024.

“Bertemu kembali dengan Prof. Yuli di Sydney adalah sesuatu yang luar biasa mengharukan. Beliau adalah salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam perjalanan akademik internasional saya. Bimbingan beliau selama program DAAD 2024 membuka wawasan dan jaringan yang sangat berharga bagi karier akademik saya,” tutur Dedi.

Perjalanan Dedi Sulaeman ke Sydney dalam rangka KIPI 2026 merupakan perpaduan sempurna antara pengabdian akademik, representasi budaya, dan diplomasi pendidikan. Dari menilai presentasi mahasiswa berbakat, bertemu Duta Besar dan Atase Pendidikan, hingga tampil dengan busana Sunda yang memukau di kampus tertua Australia.

Melalui perpaduan antara kontribusi akademik, representasi budaya, dan diplomasi pendidikan ini, Dedi Sulaeman sukses mempertegas posisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai PTKIN yang kontribusinya semakin diakui di kancah internasional.

“Pertemuan kembali antara mentor dan murid di panggung internasional KIPI 2026 ini menjadi momen yang sangat emosional dan sarat makna. Ini menjadi bukti nyata bahwa jejaring akademik yang dibangun dengan tulus akan terus berbuah dalam perjalanan karier seseorang,” pungkasnya.

Pencapaian gemilang ini mendapat apresiasi dari pimpinan universitas. Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., melalui Wakil Rektor I Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, MAg., menyampaikan kebanggaan dan dukungan penuh atas langkah internasionalisasi ini.

“Kami sangat bangga dan mendukung penuh setiap langkah internasionalisasi yang ditempuh oleh civitas akademika. Kami berharap perjalanan akademik internasional seperti yang dilakukan oleh Dedi Sulaeman ini dapat menjadi inspirasi bagi dosen-dosen dan mahasiswa UIN Bandung lainnya untuk terus melangkah lebih jauh ke berbagai penjuru dunia,” tegasnya.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *