UINSGD.AC.ID (Humas) — Bagi sebagian orang, predikat pujian mungkin hanya terlihat sebagai deretan angka pada transkrip nilai. Namun, bagi Nisa Sania, lulusan Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, capaian tersebut merupakan hasil dari perjuangan panjang dalam menjaga konsistensi di tengah padatnya aktivitas. Pada Wisuda ke-108 UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang digelar Sabtu (11/7/2026), Nisa berhasil dinobatkan sebagai lulusan berpredikat pujian sekaligus meraih IPK tertinggi (3,92) di Program Studi Ekonomi Syariah.
Di balik senyum yang mengiringi langkahnya menuju panggung wisuda, tersimpan rasa syukur atas setiap proses yang telah dilalui selama menempuh pendidikan. Baginya, keberhasilan itu bukan semata-mata tentang menjadi yang terbaik, tetapi tentang membuktikan bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan memberikan hasil yang sepadan. “Saya senang bisa mendapat predikat pujian. Alhamdulillah sekali karena apa yang saya lakukan selama proses perkuliahan mendapatkan hasil yang memuaskan,” ujarnya, Selasa (14/7/2026).
Perjalanan menuju titik tersebut tidak selalu mudah. Nisa mengaku tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara kewajiban sebagai mahasiswa dengan berbagai aktivitas pengembangan diri. Selain mengikuti perkuliahan, ia aktif belajar di komunitas dan mencoba membangun usaha kecil bersama teman-temannya. Kesibukan itu justru mengajarkannya arti disiplin dan kemampuan menentukan prioritas.
Menurutnya, prestasi akademik tidak diraih melalui usaha besar yang dilakukan sesekali, melainkan dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Ia selalu berusaha hadir dalam perkuliahan, mengerjakan tugas tepat waktu, serta tidak menunda tanggung jawab yang telah diberikan. “Konsisten menjadi kunci utama untuk bisa mendapatkan nilai yang baik. Selalu mengerjakan tugas tepat waktu dan mengikuti perkuliahan dengan baik,” tuturnya.
Keberhasilan yang diraih juga menjadi bukti bahwa seseorang tidak pernah berjalan sendiri dalam menggapai impian. Nisa menyebut kedua orang tuanya sebagai sumber semangat terbesar, disusul keluarga, dosen, serta teman-teman seperjuangan yang senantiasa memberikan dukungan dan motivasi selama masa perkuliahan. “Sosok paling berjasa tentu saja kedua orang tua saya, keluarga, dosen yang memberikan ilmunya, dan teman-teman seperjuangan saya yang selalu mendukung,” ungkapnya.
Usai menyelesaikan studinya, Nisa berencana mengembangkan karier di sektor keuangan yang selaras dengan disiplin ilmu yang telah dipelajarinya. Ia ingin mencoba peluang di dunia perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Meski demikian, semangat berwirausaha tetap ingin ia pertahankan melalui bisnis kecil yang dijalankan bersama rekan-rekannya.
Bagi Nisa, kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan baru untuk terus belajar dan memberikan manfaat. Ia berharap pengalaman yang dimilikinya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain yang masih berjuang menyelesaikan pendidikan. “Semangat dan jangan mudah menyerah karena proses menyelesaikan studi adalah bagian dari latihan untuk menggapai hal-hal lain yang jauh lebih hebat,” pesannya. (Sahara Putri Amiliana / Magang)

