id Indonesian

Civitas Akademika UIN Selenggarakan Halal Bihalal Idul Fitri 1435 H

Masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Keluarga Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan halal bihalal, di Aula Utama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (05/08/2014).

Dalam acara ini hadir Rektor UIN, Prof. Dr. H. Deddy Ismatullah, SH., M.Hum beserta seluruh Guru Besar, para Wakil Rektor, para Dekan, para Pejabat, para Dosen  dan Karyawan di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ucapan terima kasih Rektor sampaikan kepada Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Affifuddin, MM., Kepala Biro A2K Drs. H. Habuddin, MS. yang telah bekerja keras mensosialisasikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung kepada masyarakat luas sehingga animo masyarakat untuk masuk ke UIN sangat besar, tercatat pendaftar Tahun ini melalui 5 jalur PMB sebanyak kurang lebih 62.000 siswa.

Dalam acara tersebut Rektor juga memberikan penghargaan kepada Dekan Fakusltas Syari’ah dan Hukum, Prof. Dr. H. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si. dan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. H. Asep Muhyidin, M.Ag. yang telah berhasil membawa Prodi Muamalah dan Prodi Manajemen Dakwah meraih akreditasi A. Rektor berharap agar seluruh civitas akademika menyatukan seluruh potensinya agar semakin banyak prodi yang meraih akreditasi A dan meraih akreditasi Perguruan Tinggi ditingkat Nasional.

Tampil sebagai Penceramah pada halal bihalal tersebut adalah Prof. Dr. H. Muhtar Solihin, M.Ag. Wakil Rektor II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dalam tausiyahnya beliau menyampaikan sebuah kisah yang diambil dari sebuah buku Novel Sastra karya A.A Navis yang berjudul “Robohnya Surau Kami”.

Dalam novel tersebut, dikisahkan bahwa ada seorang penjaga Surau, ahli ibadah bernama Haji Soleh, yang kesehariannya, siang malam terus menerus melakukan ibadah shalat, berdzikir dan berdo’a, hampir seluruh hidupnya untuk beribadah dan mengabdikan diri di surau.

Ia memiliki keluarga tapi lebih mementingkan Tuhan. Ibadah lebih penting daripada mencari nafkah,ia lupa dan menafikan kewajiban sosialnya pada manusia, ia melupakan tanggungjawab sosialnya, melupakan silaturrahim dan sebagainya. Celakanya ketika ia meninggal Haji Saleh justru dimasukan ke dalam neraka oleh Allah SWT.

Hikmah yang terkandung dalam kisah ini adalah  bahwa sesungguhnya manusia dalam menjalani kehidupannya di dunia, adalah tidak mungkin dapat menafikan kehidupan sosialnya karena hakekatnya manusia adalah makhluk sosial.

Oleh karena itu, momentum silaturrahim ‘Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk bersilaturrahim saling bermaaf-maafan kepada saudara, kerabat, sahabat, teman sejawat dan sebagainya.
 
Usai mendengarkan tausiyah para hadirin kemudian bersilaturrahim bermushofahah, dilanjutkan  dengan menikmati hidangan khas lebaran yang telah disediakan, yaitu ketupat, opor ayam dan sambal goreng. ()

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Tinggalkan Pesanx
()
x