UINSGD.AC.ID (Humas) — Dr. Dedi Sulaeman, M.Hum, dosen Pascasarjana Program Studi S2 Tadris Bahasa Inggris Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, dipercaya sebagai Judge/Juror pada Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) ke-11 atau 11th Indonesian Students’ International Conference. Konferensi ini berlangsung pada 13–14 Juli 2026 di The University of Sydney, New South Wales, Australia.
Dr. Dedi Sulaeman mendapat undangan resmi dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA), organisasi yang menaungi lebih dari 20.000 pelajar Indonesia di Australia. Dalam kapasitas sebagai Juri, Dedi Sulaeman bertugas menilai presentasi makalah akademik dan memberikan evaluasi ahli selama konferensi.
KIPI merupakan salah satu program unggulan PPIA yang telah berlangsung sejak lebih dari satu dekade. KIPI telah menjadi platform terkemuka bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi Indonesia untuk berbagi hasil riset, mendiskusikan isu-isu strategis nasional, serta merumuskan solusi konkret bagi pembangunan Indonesia.
Pada 2026, KIPI mengangkat tema “Navigating Global Uncertainty with Clarity and Purpose: Moving Toward a Better Future” — sebuah tema yang relevan dan menantang di tengah dinamika global yang terus berubah.
Konferensi tahun ini dibagi dalam enam jalur tematik, yaitu: (1) Transformasi Ekonomi, Bisnis, dan Kewirausahaan; (2) Bahasa, Pendidikan, Seni, Desain, Budaya Pop, dan Media; (3) Kesehatan, Biomedis, dan Kesejahteraan; (4) Hubungan Internasional, Politik, Hukum, Keamanan, Anti-Korupsi, dan Sosiologi; (5) Ketahanan Iklim, Keberlanjutan, Pertanian, Lingkungan, dan Energi; serta (6) Rekayasa, Teknologi Emerging, dan Inovasi Digital.
Keterlibatan Dr. Dedi Sulaeman dalam jalur Bahasa, Pendidikan, Seni, dan Media sangat relevan dengan bidang keahliannya dalam linguistik terapan, pendidikan bahasa Inggris, dan inovasi pembelajaran. Kini Dedi Sulaeman menjabat sebagai Sekretaris Program Studi S2 Tadris Bahasa Inggris Pascasarjana UIN SGD ini dikenal sebagai akademisi yang aktif dan produktif. Dedi memegang lebih dari tujuh puluh Hak Kekayaan Intelektual (HKI), peneliti aktif dengan puluhan publikasi akademik terindeks, LEMHANNAS Trainer, serta Google for Education Certified Trainer.
Rekam jejak internasional yang luas — mencakup kunjungan akademik ke lebih dari 20 negara di lima benua — menjadikan Dedi Sulaeman sebagai figur yang tepat untuk mengemban tugas sebagai juri di forum internasional sekaliber KIPI.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Dadan Rusmana, M.Ag., menyambut baik capaian ini. “Kepercayaan yang diberikan kepada Dedi Sulaeman sebagai juri di KIPI 2026 merupakan pengakuan internasional atas kualitas dan kompetensi dosen UIN SGD,” tegasnya, Minggu (5/7/2026).
“Ini adalah bukti nyata bahwa dosen-dosen kita mampu bersaing dan berkontribusi di forum akademik internasional tertinggi. Kami berharap capaian ini menginspirasi civitas akademika UIN SGD untuk terus meningkatkan rekam jejak internasional mereka,” sambungnya.
Keterlibatan Dr. Dedi Sulaeman sebagai juri pada KIPI 2026 ini diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan perguruan tinggi dan lembaga akademik di Australia, khususnya The University of Sydney. Peluang kerjasama ini sejalan dengan upaya internasionalisasi yang terus didorong oleh pimpinan UIN SGD dalam rangka meningkatkan posisi dan reputasi universitas di kancah global.
Dedi Sulaeman dijadwalkan berada di Australia pada 9–15 Juli 2026. Selama masa tersebut, selain menjalankan tugas sebagai juri KIPI, dia akan membangun jejaring akademik strategis yang akan bermanfaat bagi pengembangan program studi dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
“Kepercayaan internasional ini bukan hanya milik saya pribadi, melainkan milik UIN SGD dan seluruh sivitas akademika yang telah mendukung perjalanan akademik ini. Semoga partisipasi ini membuka pintu bagi lebih banyak kolaborasi antara UIN SGD dan dunia internasional,” tandas Dr. Dedi.

