4 Pelajaran Penting dari Momentum Hijrah dalam Membangun Generasi dan Peradaban Pendidikan Islam

Ilustrasi gambar AI

UINSGD.AC.ID (Humas) — Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat iman, Islam, kesehatan, dan kesempatan sehingga pada hari Jumat yang penuh keberkahan ini kita dapat berkumpul di rumah Allah untuk melaksanakan ibadah salat Jumat. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnah beliau hingga akhir zaman.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib mengajak diri khatib pribadi dan seluruh jamaah sekalian untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebab ketakwaan merupakan bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dunia sekaligus bekal menuju kebahagiaan akhirat.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Kita telah memasuki bulan Muharam 1448 Hijriah. Muharam merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Kehadiran tahun baru Hijriah bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Islam, tetapi momentum untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan memperkuat komitmen dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.

Pada saat yang sama, bangsa Indonesia sedang berada pada masa penting dalam dunia pendidikan. Tahun Pelajaran 2025/2026 di sekolah-sekolah mulai berakhir, dan kita bersiap menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027. Perguruan tinggi pun memasuki persiapan tahun akademik baru. Karena itu, Muharam menjadi momentum yang sangat tepat untuk berhijrah: dari kebiasaan lama menuju kebiasaan baru yang lebih baik; dari kelemahan menuju kekuatan; dari kelalaian menuju kesadaran; dari pendidikan yang hanya mengejar nilai menuju pendidikan yang membangun iman, ilmu, akhlak, dan peradaban. Rasulullah SAW bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ
Artinya: “Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram.” (HR. Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa Muharam adalah bulan yang Allah muliakan. Kemuliaan itu mengajarkan bahwa setiap awal harus dimulai dengan ketakwaan, setiap perubahan harus dilandasi keimanan, dan setiap langkah kehidupan harus diarahkan untuk memperoleh ridha Allah SWT.

Dari sinilah kita memahami bahwa hijrah bukan sekadar berpindah tempat, melainkan berpindah menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah adalah perubahan cara berpikir, perubahan perilaku, perubahan budaya, dan perubahan peradaban. Dalam konteks kehidupan bangsa saat ini, hijrah berarti membangun generasi yang sehat akalnya, kuat imannya, luhur akhlaknya, serta bebas dari berbagai ancaman yang merusak, termasuk penyalahgunaan narkotika.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,

Ada empat pelajaran penting yang dapat kita ambil dari momentum Muharam tahun ini: Pertama, hijrah memperkuat iman sebagai fondasi pendidikan. Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah menuju Madinah merupakan tonggak perubahan besar dalam sejarah Islam. Hijrah dilakukan bukan demi kekuasaan ataupun kepentingan duniawi, tetapi demi mempertahankan keimanan dan membangun masyarakat yang beradab. Demikian pula pendidikan.

Fondasi pendidikan Islam bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi keimanan kepada Allah SWT. Ilmu yang dipisahkan dari iman dapat kehilangan arah, sedangkan iman yang diperkaya ilmu akan melahirkan kemajuan yang membawa keberkahan. Allah SWT berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Artinya: “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11).

Ayat ini mengajarkan bahwa kemajuan peradaban Islam selalu dibangun di atas dua pilar utama, yaitu iman dan ilmu. Keduanya tidak boleh dipisahkan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Kedua, hijrah membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan bebas dari narkoba.  Momentum pergantian tahun pelajaran merupakan kesempatan terbaik bagi orang tua, guru, dosen, mahasiswa, pelajar, dan seluruh insan pendidikan untuk memperbaharui niat dalam menuntut dan mengajarkan ilmu.

Namun kita juga harus menyadari bahwa tantangan generasi hari ini semakin berat. Salah satunya adalah ancaman penyalahgunaan narkotika yang telah memasuki berbagai lapisan masyarakat. Narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga menghancurkan akal, menghancurkan cita-cita, merusak keluarga, memutus masa depan pendidikan, bahkan menyeret seseorang kepada berbagai bentuk kejahatan dan kemaksiatan.

Karena itu, memperingati Hari Anti Narkotika Internasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan panggilan moral bagi seluruh umat Islam untuk menjaga generasi. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Artinya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

Akhlak yang mulia tidak akan tumbuh pada jiwa yang dikuasai oleh barang-barang haram yang merusak akal. Oleh sebab itu, menjaga anak-anak dari narkoba merupakan bagian dari menjaga amanah Allah SWT terhadap generasi penerus umat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Ketiga, hijrah membangun peradaban pendidikan Islam yang melindungi generasi. Hijrah Rasulullah SAW melahirkan masyarakat Madinah yang dibangun atas dasar ilmu, persaudaraan, keadilan, dan akhlak mulia. Dari Madinah lahirlah generasi terbaik yang kemudian menyebarkan cahaya Islam ke seluruh penjuru dunia. Peradaban seperti itu hanya akan lahir apabila generasi mudanya sehat jasmani, sehat rohani, bersih akidah, dan kuat akalnya. Sebaliknya, narkoba menghancurkan seluruh unsur tersebut sekaligus. Allah SWT berfirman:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
Artinya: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195).

Ayat ini mengingatkan kita agar menjauhi segala sesuatu yang membawa kepada kehancuran. Penyalahgunaan narkotika termasuk di dalamnya karena merusak jiwa, akal, keluarga, pendidikan, bahkan masa depan bangsa.

Karena itu, sekolah, madrasah, pesantren, kampus, masjid, dan keluarga harus menjadi benteng utama dalam melindungi generasi dari penyalahgunaan narkotika.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Keempat, hijrah menata masa depan dengan visi, strategi, dan keteladanan. Hijrah Nabi SAW tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Beliau menyusun strategi, memilih waktu, mempersiapkan sahabat, serta membangun masyarakat dengan visi yang jelas.

Begitu pula dunia pendidikan. Memasuki tahun pelajaran dan tahun akademik baru hendaknya menjadi momentum memperbaiki kualitas pembelajaran, memperkuat karakter peserta didik, membangun budaya literasi, mengembangkan inovasi, serta memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

Orang tua tidak cukup hanya menyekolahkan anak, tetapi harus mendampingi mereka. Guru tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan. Para pemimpin tidak cukup hanya membuat kebijakan, tetapi harus menghadirkan lingkungan yang aman bagi tumbuhnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas narkoba. Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11).

Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lalu masyarakat, hingga akhirnya membentuk perubahan bangsa.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Muharam mengajarkan kepada kita bahwa kebangkitan Islam selalu dimulai dari hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah membangun pribadi yang bertakwa, keluarga yang harmonis, masyarakat yang berakhlak, dan pendidikan yang melahirkan generasi unggul.

Pada saat kita memperingati Hari Anti Narkotika Internasional, marilah kita teguhkan komitmen bersama untuk menyelamatkan generasi bangsa. Jangan biarkan narkoba merampas masa depan anak-anak kita. Jadikan rumah sebagai madrasah pertama, sekolah sebagai taman ilmu, masjid sebagai pusat pembinaan umat, dan masyarakat sebagai lingkungan yang menjaga akhlak generasi.

Semoga Allah SWT menjadikan Muharram tahun ini sebagai momentum hijrah membangun generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, serta terbebas dari segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Dengan demikian, akan lahir generasi yang mampu membangun peradaban pendidikan Islam yang maju, bermartabat, dan membawa rahmat bagi seluruh alam.

A. Rusdiana, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung. 

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *