UINSGD.AC.ID (Humas) — Sebagai pengakuan atas terbentuknya tim tanggap insiden siber di lingkungan kampus. UIN Sunan Gunung Djati Bandung resmi tergabung dalam Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Sektor Administrasi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia dalam acara Pengukuhan Tahap II, Cyber Incident Exchange Forum (CIEF), serta Bimbingan Teknis TTIS, yang digelar di Aula dr. Roebiono Kertopati Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Bojongsari, Depok, Senin (27/10/2025).
Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat fondasi transformasi digital melalui peningkatan kesadaran dan kemampuan dalam keamanan siber di seluruh sektor pemerintahan.
Acara dibuka dengan laporan dari Deputi II BSSN, Sulistyo, yang menegaskan pentingnya peran TTIS dalam menjaga keamanan informasi dan kedaulatan digital bangsa. Mengingat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat tiga pilar keamanan siber, yakni confidentiality (kerahasiaan), integrity (keutuhan), dan availability (ketersediaan).
BSSN sangat mendorong penerapan tiga aspek utama dalam tata kelola keamanan siber, yakni people (orang), process (proses), dan technology (teknologi). Ketiga aspek itu bisa diterapkan dengan berfokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) profesional, kesesuaian proses dengan standar keamanan nasional, serta pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk deteksi ancaman dan perlindungan data.
Dalam acara pengukuhan tahap II tersebut, total terdapat 56 instansi peserta yang dikukuhkan, terdiri atas 14 kementerian/lembaga, 36 pemerintah daerah, serta 6 institusi pendidikan tinggi, termasuk UIN Bandung. Hingga saat ini, 452 TTIS telah teregistrasi secara nasional, sebagai bagian dari sistem pertahanan siber Indonesia.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia resmi memberikan Surat Tanda Registrasi Tim Tanggap Insiden Siber (TtIS) kepada UINSGD-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) sebagai pengakuan atas terbentuknya tim tanggap insiden siber di lingkungan perguruan tinggi.
Piagam penghargaan dengan Nomor Registrasi 667/CSIRT.01.05/BSSN/09/2025 tersebut
ditandatangani oleh Kepala BSSN, Letnan Jenderal TNI (Purn) Drs. Nugroho Sulistyo Budi, M.M., M.Han. dan berlaku selama tiga tahun sejak 16 September 2025.
Dengan terdaftarnya UINSGD-CSIRT, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi salah satu perguruan tinggi yang secara resmi diakui BSSN memiliki kesiapan dalam menangani insiden siber, menjaga keamanan data, serta melindungi infrastruktur digital kampus.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., didampingi oleh Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) H. Mohammad Irfan, Ph.D., menyampaikan apresiasinya atas capaian prestasi yang membanggakan.
“Terbentuknya UINSGD-CSIRT ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola keamanan informasi di lingkungan kampus. Di era digital, keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar layanan akademik dan administrasi kampus tetap aman dan terpercaya,” tegasnya, Rabu (29/10/2025)
Menurutnya registrasi ini merupakan hasil kerja sama berbagai pihak untuk membangun sistem keamanan informasi yang terpadu. “Tim CSIRT dibentuk agar kampus memiliki mekanisme cepat dalam menangani potensi ancaman siber. Untuk itu mohon doa dan dukungan dari seluruh civitas akademika UIN Bandung kami akan terus melakukan sosialisasi dan peningkatan kapasitas SDM agar civitas akademika lebih waspada terhadap keamanan digital,” jelasnya.
Dalam konteks perguruan tinggi, CSIRT memiliki peran strategis dalam melindungi data akademik, menjaga integritas sistem e-learning, mengamankan jaringan kampus, serta menanggulangi serangan siber seperti phishing, malware, dan kebocoran data. Kehadiran UINSGD-CSIRT menjadi wujud nyata komitmen UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk mendukung transformasi digital yang aman dan berkelanjutan.
Dengan pengakuan resmi dari BSSN ini, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam tata kelola teknologi informasi dan keamanan siber sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus yang aman, adaptif, dan berdaya saing digital.