UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan Webometrics Ranking of World Universities Februari 2026, UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhasil meraih peringkat pertama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian yang membanggakan. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi berbasis integrasi keilmuan dan transformasi digital.
“Alhamdulillah, capaian peringkat pertama PTKIN versi Webometrics ini merupakan buah dari ikhtiar bersama seluruh sivitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Ini menunjukkan komitmen kami dalam meningkatkan visibilitas institusi, keterbukaan akses pengetahuan, serta kualitas riset dan publikasi ilmiah,” tegasnya.
Rektor menegaskan bahwa pemeringkatan Webometrics tidak hanya menilai popularitas laman perguruan tinggi, tetapi mencerminkan kualitas tata kelola akademik, produktivitas riset, dan kontribusi keilmuan di ruang digital.
“Prestasi ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah, memperkuat budaya riset, serta mendorong dosen dan mahasiswa agar semakin aktif menghasilkan karya ilmiah yang berdampak luas bagi masyarakat dan memberikan kemaslahatan bagi umat,” jelasnya.
Berdasarkan data Webometrics Februari 2026, UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati posisi teratas dari sepuluh besar PTKIN di Indonesia. Penilaian dilakukan melalui tiga indikator utama, yakni Impact Rank, Openness Rank, dan Excellence Rank, yang mengukur visibilitas institusi, keterbukaan publikasi ilmiah, serta kualitas dan dampak riset.
Dalam daftar sepuluh besar PTKIN nasional versi Webometrics 2026, UIN Sunan Gunung Djati Bandung berada di peringkat pertama, diikuti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Intan Lampung, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Alauddin Makassar, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, UIN Raden Fatah, UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten.
Rektor berharap capaian ini dapat semakin memperkuat peran UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing global.
“Terima kasih atas kerja keras seluruh sivitas akademika dan dukungan semua pihak. Semoga prestasi ini semakin memotivasi untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang unggul, profesional, dan berdaya saing global,” pungkasnya.