Workshop Persiapan Akreditasi Arjuna: Rumah Jurnal Dorong Pengelola Siapkan Akreditasi Periode 2 Tahun 2025

UINSGD.AC.ID (Humas) – Menyambut dibukanya masa submit Akreditasi Jurnal Ilmiah Nasional periode 2 tahun 2025 yang berlangsung dari tanggal 12 hingga 26 April 2025, Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Persiapan Akreditasi Arjuna, Senin (21/4/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memberikan pembekalan teknis dan administratif kepada pengelola jurnal guna meningkatkan peluang lolos akreditasi.

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Prof. Deni Miharja, M.Ag, selaku Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan, mewakili Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam sambutannya, Prof. Deni menyampaikan apresiasi atas komitmen para pengelola jurnal yang terus bekerja keras meningkatkan mutu publikasi ilmiah.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi para pengelola jurnal. Dukungan terhadap jurnal akan terus kami upayakan, baik melalui mekanisme pendanaan di DIKTIS maupun satuan kerja UIN SGD Bandung. Kualitas jurnal adalah wajah dari kualitas akademik institusi,” tegas Prof. Deni.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Hamdan Sugilar, M.Pd, selaku Koordinator Rumah Jurnal. Ia menekankan pentingnya kesiapan jurnal tidak hanya dari sisi substansi artikel, tetapi juga dari aspek manajerial dan kelengkapan administrasi.

“Banyak jurnal yang sebenarnya sudah bagus dari sisi isi, tetapi gagal saat akreditasi karena persoalan teknis. Maka, kami hadir untuk memastikan pengelola tidak berjalan sendiri. Rumah Jurnal akan terus mendampingi,” ujarnya.

Sebagai narasumber utama, Busro, Ketua Sentra Pengelolaan Jurnal Rumah Jurnal, menyampaikan sejumlah strategi penting agar jurnal tidak hanya lolos administrasi tetapi juga memperoleh peringkat yang layak dalam proses akreditasi.

“Mulai dari kerapihan manajemen terbitan, konsistensi publikasi, hingga kelengkapan bukti fisik harus dipastikan. Jangan anggap remeh template, pedoman penulisan, atau validitas reviewer—semuanya dinilai secara detail oleh asesor,” tutur Busro.

Dosen Fakultas Ushuluddin ini memaparkan pentingnya aktivasi Digital Object Identifier (DOI) sebagai bagian dari indikator visibilitas dan indeksasi jurnal secara internasional. Aktivasi DOI dinilai bukan hanya sekadar formalitas, melainkan bentuk keseriusan dalam mengelola jurnal bereputasi.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber utama Ade Irmanto, Pengelola Sistem Informasi Arjuna dan Sinta, dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemdikbudristek. Dalam pemaparannya, Ade menjelaskan perkembangan terbaru terkait sistem Arjuna, serta peran integratif platform Sinta dan Garuda dalam ekosistem publikasi ilmiah di Indonesia.

“Kini proses akreditasi makin ketat dan transparan. Perubahan kebijakan ke depan akan semakin menekankan pada kualitas dan akuntabilitas. Maka pengelola harus memahami betul struktur asesmen dan melengkapi semua syarat teknis dengan presisi,” jelasnya.

Dalam sesi tanya-jawab, peserta aktif menyampaikan berbagai permasalahan teknis yang selama ini dihadapi, mulai dari error pada sistem Arjuna, keterlambatan indeksasi di Sinta, hingga kendala DOI dari CrossRef dan BRIN. Semua pertanyaan ditanggapi langsung oleh narasumber dengan solusi praktis yang aplikatif.

Workshop ini dihadiri oleh seluruh pengelola jurnal ilmiah di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, mulai dari jurnal tingkat fakultas hingga pusat studi. Kegiatan ditutup dengan diskusi panel dan komitmen bersama untuk mengoptimalkan waktu tersisa menjelang batas akhir pengajuan akreditasi.

Dengan semangat kolaborasi, Rumah Jurnal kembali menegaskan perannya sebagai ruang penguatan dan pendampingan bagi seluruh pengelola jurnal. Harapannya, semakin banyak jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang tidak hanya lolos akreditasi nasional, tetapi juga mampu bersaing di level global.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *