UINSGD.AC.ID (Humas) — Wakil Rektor I UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. Dadan Rusmana, M.Ag. merasa optimistis Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), bisa meraih nilai unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Mengapa tidak, semuanya sudah berikhtiar maksimal, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah sudah berkehendak.
Kata-kata optimisme ini diungkapkan Prof. Dadan saat membuka acara Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi BAN PT untuk Prodi Ekonomi Syariah, di Aula FEBI UIN Bandung, Rabu (23/04/2025).
Proses akreditasi, lanjut Prof. Dadan, bukan sekadar kewajiban, melainkan juga menjadi kesempatan untuk terus memacu diri dan meraih berbagai peluang dalam meningkatkan mutu sebuah prodi atau perguruan tinggi.
Prof. Dadan menyebutkan, dalam skala universitas, UIN Bandung terakreditasi unggul dari BAN-PT. Diharapkan, prodi juga semakin banyak yang meraih unggul, selaras dengan visi UIN Bandung sebagai kampus yang unggul, kompetitif, dan inovatif berbasis rahmatan lil alamin.
Dalam konteks ”Rahmatan lil Alamin”, artinya kehadiran prodi, fakultas, dan universitas harus dirasakan kebermanfaatannya di tengah-tengah masyarakat. Kampus jangan menjadi menara gading yang manfaatnya hanya dirasakan oleh sivitas akademika sendiri, apalagi oleh segelintir orang.
Prodi Ekonomi Syariah memiliki distingsi Industri Halal. Profil lulusannya selain menjadi ekonom syariah, praktisi keuangan, praktisi bisnis, juga praktisi industri halal. Ini selaras dengan Pusat Kajian Halal yang menjadi keunggulan UIN Bandung. ”Sebagai pusat Halalsphere University, keberadaannya semakin berkembang, dan berkomitmen untuk menjadi lembaga yang aktif dalam pengembangan halal di Indonesia dan dunia,” ujarnya.

Mempertahankan Idealisme
Proses asesmen lapangan ini dilaksanakan selama dua hari tanggal 23-24 April 2025, dengan tim asesor BAN PT Dr. Moehammad Fathorrazi, MS dari Universitas Jember dan Dr. A. Turmudi, SH, M.Ag dari UIN Walisongo Semarang.
Dalam sambutannya, kedua Asesor BAN-PT menjelaskan bahwa asesmen lapangan (AL) merupakan kegiatan rutin yang bernilai ibadah, yang tujuannya agar tidak kehilangan idealisme.
Selain itu sebagi evaluasi, sampai tahap mana target yang sudah dicapai? “Jadi akan kami evaluasi dan konfirmasi data dan informasi yang termuat dalam dokumen Akreditasi, sebagai bagian dari tahapan Akreditasi yang dilakukan di Prodi Ekonomi Syariah FEBI ini,” katanya.
Asesor akan mengklarifikasi apa yang sudah dilaporkan dalam Laporan Evaluasi Diri (LED) Prodi Ekonomi Syariah. Untuk kelancaran AL ini, kedua Asesor meminta Prodi Ekonomi Syariah menyiapkan data-data yang dibutuhkan. ”Asesor hanya sebagai instrumen, berbeda dengan BAN-PT yang bisa menentukan nilai A dan B-nya. Siapkan data selengkap-lengkapnya, agar kami bisa membela hasil akreditasi Ekonomi Syariah di hadapan BAN-PT,” pintanya.
Acara AL didukung oleh berbagai utusan lembaga dan unit di lingkungan UIN Bandung, antara lain Lembaga Penjaminan Mutu; lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M); UPT Perpustakaan; Bagian Akademik; Rumah Jurnal, dan lain-lain.
Hadir juga Dekan FEBI Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag; Wakil Dekan I Dr. Iwan Setiawan, M.Pd., M.E.Sy; Wakil Dekan II Dr. Muhammad Zaky, M.Si; Wakil Dekan III Dr. H. Kadar Nurjaman, SE, MM; Kepala Sub Bagian Tata Usaha Adi Suharyo, M.Ag, M.Kom; Kepala Laboratorium Budi Budiman, M.Ag, M.Si; para ketua/sekretaris Prodi; dan tenaga kependidikan.
Dekan Prof. Dudang berharap Prodi Ekonomi Syariah -–yang kini diketuai Dr. Evi Sopiah, M.Ag dan sekretaris Anisa Ilmia, ME– bisa meraih nilai keunggulan dari BAN-PT. Sebab, sudah banyak upaya dalam mempertahankan mutu akademik, dari mulai input, proses, sampai output-outcome.
Akreditasi merupakan salah satu bentuk sistem penjaminan mutu eksternal. Dari akreditasi itu prodi bisa lebih memacu diri serta mengambil peluang untuk meningkatkan mutu prodi. Dan, peningkatan mutu akademik dilakukan setiap saat dan berkesinambungan. Termasuk perlunya optimalisasi tata kelola program studi yang sesuai standar mutu pendidikan tinggi, baik akademik maupun non-akademik. (Nanang Sungkawa/Kontributor)