UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar Program Pelatihan Multimedia Pesantren yang diikuti oleh 240 santri dari seluruh Indonesia.
Kegiatan hasil kolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Agama RI ini dilaksanakan secara hybrid, yakni daring melalui Zoom Meeting dan luring di Gedung O. Djauharuddin AR, Kamis (13/11/2025).
Program pelatihan multimedia pesantren yang diperuntukkan bagi Santri dan Pendidik di lingkungan Pesantren untuk dapat mengembangkan kompetensi dalam aspek digital. Terdiri dari beberapa sub-program yang mendukung pengembangan metode dan sumber pembelajaran fleksibel, berdimensi; menjawab tantangan kebutuhan santri dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Kegiatan dilaksanakan secara luring di Lembaga/Perguruan Tinggi Mitra Kementerian Agama RI: UIN Bandung, UIN Palembang, UIN Surabaya dan UMN. Program ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan para kyai, ustadz, dosen Ma’had Aly dan Mahasantri akan keterampilan metodologi pembelajaran kitab kuning/teks-teks Keagamaan yang didukung dengan Multimedia; dan meningkatkan kapasitas SDM pesantren dalam bidang keterampilan multimedia yang aplikatif di tengah tantangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Rektor: Teknologi Wasilah, Tradisi Pesantren Ruhnya
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya program ini.
“Saya ingin menyapa Rektor UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Multimedia Nusantara, serta para kiai muda perwakilan pesantren se-Indonesia. Terima kasih atas kehadirannya. Saya sangat senang dan bersyukur, Alhamdulillah. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi kita semua,” tegasnya.
Rektor mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta pelatihan dari berbagai daerah. “Selamat datang di Bandung, di Kampus I UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Wilujeng sumping, para peserta dari Yogyakarta, Pekalongan, dan daerah lainnya di seluruh Indonesia,” sambutnya.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam meningkatkan mutu pesantren di era digital.
“Pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak. Kehadiran negara terlihat melalui pelatihan ini, yang menjadi upaya peningkatan mutu dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi,” jelasnya.
Prof. Rosihon menuturkan bahwa perkembangan teknologi menuntut pesantren untuk beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. “Dulu, saat mondok, kami masih menulis dengan tinta dan ngalogat manual. Sekarang, segalanya serba digital. Bahkan Musabaqah Karya Ilmiah Al-Qur’an (MKIQ) pun sudah tanpa kertas, semuanya berbasis multimedia. Kita harus siap beradaptasi dengan digitalisasi, termasuk pengajian yang kini bisa disiarkan secara streaming,” jelasnya.
Guru Besar Fakultas Ushuluddin ini menekankan pentingnya literasi multimedia sebagai bagian dari dakwah pesantren di era digital. “Literasi multimedia tidak sekadar mengenal teknologi, tetapi menjadikannya sebagai media dakwah yang efektif. Media hanyalah alat, bukan tujuan. Tujuan utamanya tetap menyebarkan ilmu dan nilai-nilai Islam,” bebernya.
Rektor menambahkan bahwa peserta yang terpilih merupakan kiai muda terbaik dari ribuan pendaftar. “Dari 2.100 pendaftar, hanya 240 yang lolos seleksi. Mereka adalah kiai muda yang menguasai kitab kuning dan siap membawa pesantren ke arah digital. Para pengajarnya juga ahli di bidangnya,” terangnya.
Prof Rosihon berpesan agar peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh selama satu bulan ke depan. “Gunakan waktu sebaik mungkin. Ikuti pelatihan ini dengan serius. Insya Allah, ilmu dan keterampilan yang didapat bisa ditularkan ke pesantren masing-masing seperti Training of Trainer (ToT). Teknologi hanyalah wasilah, sementara tradisi pesantren tetap menjadi ruh dan kekuatannya,” paparnya.
Puspenma: Literasi Multimedia Jadi Gerbang Dakwah Digital
Dalam arahannya, Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program ini. Menurutnya, pelatihan multimedia bagi santri menjadi langkah penting dalam memperkuat literasi digital pesantren.
“Peran penting pesantren harus terus diperkuat. Salah satunya melalui pelatihan multimedia seperti ini. Literasi multimedia tidak sekadar mengenal teknologi, tapi menjadikannya media dakwah yang efektif dan ramah,” ujarnya.
Program ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai 13 November hingga 13 Desember 2025, dengan dukungan penuh dari para instruktur dan pengajar berpengalaman di bidang multimedia dan dakwah digital.
Ruchman menyoroti tiga fokus utama pelatihan ini:
1. Metodologi pembelajaran kitab kuning yang menarik dan kontekstual melalui media PowerPoin, video, dan kecerdasan buatan.
2. Peningkatan sumber belajar dan produksi konten digital yang kreatif untuk memperkuat literasi pesantren.
3. Penguatan kultur dan tradisi pesantren agar tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi arus digitalisasi.
“Dunia terus berubah. Generasi milenial dan Gen Z memiliki tantangan yang berbeda. Kita harus mampu mengemas dakwah dan pembelajaran dengan cara-cara digital tanpa kehilangan ruh keilmuan pesantren,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Ruchman menyampaikan apresiasi kepada UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai tuan rumah penyelenggara. “Atas nama Sekjen Kemenag, kami berterima kasih kepada UIN Bandung yang telah menjadi tuan rumah. Mari manfaatkan waktu sebaik mungkin, ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Insyaallah akan membawa keberkahan dan kebaikan bagi pesantren di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap transformasi digital di lingkungan pesantren, Ruchman berharap kegiatan ini menjadi langkah awal lahirnya ekosistem pembelajaran dan dakwah berbasis multimedia di lembaga pendidikan Islam. Ini menjadi komitmen Kementerian Agama dan LPDP dalam memperluas akses pelatihan serupa di masa mendatang.
“Kami berharap para peserta menjadi pionir dakwah digital di pesantrennya masing-masing. Ke depan, Kemenag bersama LPDP akan terus memperkuat program yang menggabungkan nilai-nilai tradisi Islam dengan inovasi teknologi,” pungkasnya.
Hadir dalam pembukaan Pelatihan Multimedia Pesantren Se-Indonesia para Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Kepala Pusat, Kepala Bagian, Ketua Tim Kerja di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD), Mohammad Irfan, Ph.D., menjelaskan bahwa di UIN Sunan Gunung Djati Bandung terdapat 60 peserta yang dibagi ke dalam empat kelas. Setiap kelas didampingi oleh wali kelas, fasilitator, serta 25 instruktur yang ahli di bidangnya.
Untuk informasi mengenai jadwal kelas A–2.1, B–2.2, C–2.3, dan D–2.4 dapat diunduh melalui laman berikut ini.
