UINSGD.AC.ID (Humas) — Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan orientasi penguatan moderasi beragama bagi pegawai, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan kampus.
Kegiatan bertajuk “Moderasi Beragama Menjadikan Kampus Rahmatan Lil Alamin” ini digelar pada 25 dan 26 November 2025 di Aula Perpustakaan UIN Bandung Kampus 1, dengan jumlah peserta 150 orang yang terbagi dalam dua kelompok, masing-masing 75 orang per hari.
Rektor UIN Bandung, Prof. Rosihon Anwar, membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, Prof. Rosihon menyatakan bahwa orientasi ini merupakan tahap pengenalan, tahap pertama dari rangkaian pelatihan moderasi beragama. “Kegiatan ini menjadi pembekalan bagi seluruh insan akademika UIN Bandung agar mampu mengimplementasikan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun bermasyarakat,” tegasnya.
Direktur RMB, Dr. Usep Dedi Rostandi, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua, setelah pada tahun sebelumnya terselenggara dengan jumlah peserta yang sama.
Menurutnya, orientasi ini menjadi langkah penting dalam penguatan dan sosialisasi program moderasi beragama yang digagas oleh Kementerian Agama. “Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga menyiapkan pegawai dan dosen UIN Bandung untuk menjadi teladan dalam praktik moderasi beragama,” ujarnya.
Kegiatan orientasi penguatan moderasi beragama ini diharapkan menjadi fondasi bagi pelaksanaan program-program lanjutan yang lebih mendalam, sehingga seluruh civitas akademika dapat menerapkan nilai-nilai moderasi dalam setiap interaksi sosial dan kegiatan akademik.
Materi pada sesi pertama disampaikan langsung oleh Rektor UIN Bandung, yang menekankan kebijakan moderasi beragama sebagai panduan utama bagi seluruh civitas akademika.
Selanjutnya, materi dilanjutkan oleh fasilitator dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) dan internal UIN Bandung (Radea Juli A. Hambali). Topik yang disampaikan mencakup sketsa kehidupan beragama, asumsi dan perspektif, skenario berpikir (scenario thinking), serta kata-kata kunci moderasi beragama dan Nilai-nilai universal moderasi beragama yang harus dipahami oleh setiap peserta.
Kegiatan ini berlangsung selama lima sesi, dimulai pada pagi hari dan berakhir hingga sore, dengan interaksi aktif antara fasilitator dan peserta untuk memperdalam pemahaman serta praktik moderasi beragama di lingkungan kampus.
Dengan orientasi ini, UIN Bandung berharap seluruh dosen, pegawai, dan tendik mampu menjadi agen moderasi yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di dalam maupun di luar lingkungan akademik.
