UINSGD.AC.ID (Humas) — Upaya memperkuat jejaring global dan memberikan layanan prima, International Office (IO) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Orientasi Budaya Akademik Mahasiswa Asing Tahun 2025 di Aula O. Djauharuddin AR, Senin (27/10/2025).
Orientasi ini menjadi ajang penyambutan resmi bagi mahasiswa asing yang menempuh studi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan menjadi sarana pengenalan sistem akademik, kehidupan kampus, budaya lokal dan nasional.
Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., didampingi Wakil Rektor IV, Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., Kepala Biro A2KK, Dr. H. Cecep Khairul Anwar, M.Ag., dan Ketua IO, Dr. H. Munir, M.A., membuka orientasi dengan penyematan tanda peserta secara simbolis.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada 20 mahasiswa asing yang berasal dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Thailand, Filipina.
“Kami ingin memastikan para mahasiswa asing merasa diterima dan nyaman belajar di kampus ini. UIN Bandung bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi menjadi ruang untuk mempertemukan perbedaan, memperkaya wawasan, dan membangun persaudaraan global berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” tegas Prof. Rosihon.
Guru besar ilmu tafsir ini menekankan pentingnya pemahaman terhadap budaya akademik dan budaya lokal, termasuk etika sosial masyarakat Sunda. “Budaya akademik ini penting dipahami. Misalnya, dalam budaya Sunda, kalau lewat di depan orang harus membungkuk sambil bilang ‘punten’. Hal-hal kecil seperti ini mencerminkan penghormatan,” jelasnya.
Rektor berharap orientasi ini dapat menjadi momentum mempererat hubungan antarmahasiswa lintas negara. “Kalian adalah tamu Allah, tamu negara. Kami wajib membuat kalian nyaman. Karena memuliakan tamu adalah bagian dari ajaran Islam,” tegasnya.
Dalam laporannya, Wakil Rektor IV, Prof. Fathonih, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat jejaring internasional sekaligus memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa asing. “Orientasi ini menjadi sarana muwajahah atau tatap muka, menjalin silaturahmi, dan menyampaikan ucapan selamat datang. Ini bagian dari upaya UIN Bandung memperkuat kapasitas internasional dan membangun atmosfer akademik yang unggul, kompetitif dan moderat,” jelasnya.
Tahun 2025, UIN Bandung mencatat 52 mahasiswa asing aktif, terdiri atas 20 mahasiswa S1 (semuanya penerima beasiswa UKT dan asrama) serta 32 mahasiswa S2 dan S3. Peminat program internasional ini mencapai 120 orang, dengan mahasiswa asal Malaysia masih mendominasi.
Guru besar ilmu syariah ini mengajak agar seluruh unsur kampus memberikan dukungan penuh bagi mahasiswa asing dalam proses adaptasi dan pembelajaran. “Mahasiswa asing adalah duta bagi negaranya. Oleh karena itu, aspek moral dan etika harus dijaga. Kami berkomitmen memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan selama mereka belajar di UIN Bandung,” tuturnya.
Orientasi dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi I menghadirkan narasumber dari unsur pimpinan kampus, yaitu Wakil Rektor I, III, dan IV, yang menyampaikan materi tentang ketentuan akademik, kemahasiswaan, dan kelembagaan.
Sesi II menghadirkan sejumlah narasumber eksternal, antara lain:
– Duwi Riyandi Putra (Imigrasi Kelas I TPI Kota Bandung), dengan materi Ketentuan Keimigrasian bagi Mahasiswa Asing, membahas teknis izin tinggal, pelaporan, dan administrasi keimigrasian selama studi di Indonesia.
– Ipda Deden Nurfaizal (Polda Jawa Barat), dengan materi Peraturan bagi Mahasiswa Asing di Indonesia, menekankan pentingnya ketaatan hukum dan keamanan selama berada di wilayah Indonesia.
– Rani Mardiani, Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan KCU Bandung Mardiani didampingi oleh Ratu Sevilla, Humas BPJS Kesehatan Kota Bandung, dengan materi Ketentuan Asuransi Kesehatan bagi Mahasiswa Asing.
Ketua IO Dr. Munir, M.A. didampingi oleh Sekretaris IO Dr. Gina Giftia Azmiana Delila, M.Ag., menambahkan orientasi ini dihadiri oleh mahasiswa asing yang telah lebih dahulu menempuh studi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada periode 2020–2025, dengan jumlah keseluruhan 67 orang mahasiswa asing yang tersebar di berbagai fakultas.
Dengan rincian persebaran mahasiswa asing per fakultas sebagai berikut:
Adab dan Humaniora 3 mahasiswa; Dakwah dan Komunikasi 9 mahasiswa; Ekonomi dan Bisnis Islam 3 mahasiswa; Ilmu Sosial dan Politik 3 mahasiswa; Sains dan Teknologi 5 mahasiswa; Syariah dan Hukum 13 mahasiswa; Tarbiyah dan Keguruan 12 mahasiswa; Ushuluddin 19 mahasiswa.
“Jadi semuanya berjumlah 67 mahasiswa. Untuk yang baru tahun 2025 berjumlah 20 mahasiswa. 1 mahasiswa pada Dakwah dan Komunikasi, Ilmu Sosial dan Politik, Sains dan Teknologi; Syariah dan Hukum 7 mahasiswa; Tarbiyah dan Keguruan 6 mahasiswa; Ushuluddin 4 mahasiswa,” jelasnya.
Melalui orientasi ini, diharapkan para mahasiswa asing dapat memahami sistem akademik, menyesuaikan diri dengan budaya kampus, serta menjadi bagian dari komunitas akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang religius, inklusif, dan berwawasan global. “Selamat datang di kampus UIN Bandung yang Unggul, Kompetitif, dan Moderat,” pungkasnya.
