UINSGD.AC.ID (Humas) — Dalam upaya meningkatkan kualitas penulisan akademik mahasiswa melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, Program Magister Hukum Ekonomi Syariah (HES) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar workshop bertajuk “AI for Academic Writing: Optimalisasi Penggunaan AI dalam Penyusunan Karya Tulis Ilmiah” di Gedung Pascasarjana, Aula Utara Lantai IV, Selasa (2/12/2025).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. H. Mohamad Anton Athoillah, MM., dipandu oleh Dr. Ayi Yunus Rusyana, M.Ag. (Sekretaris S2 HES), dan dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur II Pascasarjana, Prof. Dr. H. Aden Rosadi, M.Ag.
Dalam sambutannya, Prof. Aden menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam menunjang produktivitas dan kualitas penulisan ilmiah, khususnya bagi mahasiswa pascasarjana yang dituntut menghasilkan karya akademik berkualitas tinggi.
Workshop ini bertujuan memberikan pemahaman praktis mengenai pemanfaatan berbagai alat AI untuk penyusunan proposal, artikel ilmiah, dan tesis, tanpa mengabaikan etika akademik serta menjaga orisinalitas karya. “Mudah-mudahan acara berjalan lancar dan para peserta memperoleh panduan teknis dalam penggunaan perangkat digital yang relevan untuk riset akademik,” ujarnya.
Ketua Prodi S2 HES, Dr. Sofian Al-Hakim, M.Ag., dalam laporannya menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu memaksimalkan teknologi secara tepat guna sehingga dapat meningkatkan kemampuan akademik di era digital.
Workshop ini diikuti lebih dari 100 peserta, terdiri dari mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi. Selain dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, peserta juga datang dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Galuh, Universitas Muhammadiyah Bandung, dan sejumlah kampus lainnya. Antusiasme yang tinggi menunjukkan besarnya minat terhadap integrasi AI dalam dunia akademik.
Dalam sesi pemaparannya, Prof. Mohamad Anton menjelaskan secara komprehensif bagaimana AI dapat dioptimalkan untuk mendukung proses penyusunan karya ilmiah. Ia menegaskan bahwa penggunaan AI harus dilakukan secara cerdas, terukur, dan tetap berpegang pada etika akademik. Menurutnya, AI memiliki peran strategis sebagai mitra dalam proses berpikir ilmiah, bukan sebagai alat untuk mengambil jalan pintas.
Prof. Anton memaparkan tiga aspek penting optimalisasi AI dalam penulisan akademik:
1. AI sebagai Asisten Riset
AI dapat membantu penelusuran literatur, meringkas referensi, mengorganisasi data, hingga merumuskan kerangka penelitian. “Pemanfaatan AI harus mempercepat proses kerja, bukan menggantikan kemampuan analisis peneliti,” tegasnya.
2. AI sebagai Mitra Penyuntingan
AI mampu membantu memperbaiki struktur tulisan, tata bahasa, konsistensi gaya, dan meningkatkan keterbacaan naskah. Namun ia menegaskan bahwa sentuhan akhir tetap berada di tangan penulis. “Kualitas ilmiah tetap lahir dari kemampuan berpikir kritis mahasiswa,” ujarnya.
3. AI untuk Menjaga Orisinalitas dan Kejujuran Akademik
Berbagai alat berbasis AI dapat membantu mempertahankan keaslian gagasan dan menghindari plagiarisme. Namun Prof. Anton mengingatkan, “Etika harus menjadi kompas utama dalam penggunaan AI. Teknologi membantu, tetapi integritas harus dijaga,” bebernya.
Sepanjang kegiatan, peserta aktif berdiskusi mengenai penggunaan beragam tools AI, etika pemanfaatannya, serta strategi mengintegrasikan teknologi ke dalam penyelesaian tugas akademik maupun penulisan tesis. Materi disampaikan secara interaktif sehingga peserta dapat langsung mempraktikkan teknik yang dipaparkan melalui laptop dan smartphone masing-masing.
Workshop ditutup dengan harapan seluruh peserta mampu menerapkan teknologi AI secara bijak, etis, dan efektif dalam proses penulisan ilmiah. Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan universitas mitra, serta berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan guna meningkatkan kualitas akademik di lingkungan perguruan tinggi.
