Sekjen Kemenag: Gus Dur Figur Sentral Demokrasi dan Toleransi Indonesia

UINSGD.AC.ID (Humas) — Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menghadiri Temu Nasional Jaringan GUSDURian Tahun 2025 yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Acara ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah, serta tokoh nasional seperti Istri Gus Dur Sinta Nuriyah Wahid, Direktur Jaringan GUSDURian Alissa Wahid, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, dan jajaran pejabat lintas kementerian serta masyarakat sipil.

Sekjen Kemenag menyampaikan penghormatan mendalam terhadap warisan perjuangan almarhum KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Menurutnya, Gus Dur bukan hanya tokoh bangsa, melainkan juga figur sentral Indonesia yang telah berperan besar dalam demokrasi, kesetaraan, dan kemanusiaan.

“Beliau memberikan pengetahuan kepada kita semua mengenai hubungan antara agama dan negara. Beliau juga menjadi tokoh representatif mengenai Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Sekjen di hadapan peserta Temu Nasional.

Kamaruddin Amin mengaitkan perjuangan Gus Dur dengan pesan universal dalam Al-Qur’an. Ia mengutip Surat Al-Mumtahanah ayat 8 yang menekankan pentingnya berbuat baik dan berlaku adil terhadap sesama.

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil,” ucap Sekjen dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).

Ayat ini sejalan dengan nilai-nilai yang selalu diperjuangkan Gus Dur, yaitu keadilan, toleransi, dan penghargaan terhadap kemanusiaan tanpa memandang perbedaan.

“Nilai-nilai inilah yang menjadi pondasi kita dalam menjaga kerukunan dan membangun kehidupan berbangsa yang inklusif,” tegasnya.

Sekjen menyampaikan apresiasi kepada Jaringan GUSDURian yang terus menghidupkan semangat pluralisme dan kebangsaan. “Saya berterima kasih kepada GUSDURian yang telah mempromosikan dan memperjuangkan nilai-nilai yang menjadi landasan kita dalam berbangsa dan bernegara. Upaya ini sangat penting untuk menjaga Indonesia tetap kokoh sebagai rumah bersama,” ujarnya.

Acara Temu Nasional Jaringan GUSDURian 2025 tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga ruang strategis bagi para aktivis, tokoh agama, dan masyarakat sipil untuk memperkuat sinergi dalam merawat demokrasi serta membangun peradaban yang lebih adil dan damai.

Kamaruddin Amin menegaskan, Kementerian Agama berkomitmen untuk selalu bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk jaringan GUSDURian, dalam menjaga kerukunan, memperjuangkan kesetaraan, serta meneguhkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

“Semoga nilai perjuangan Gus Dur terus menjadi inspirasi bagi generasi bangsa dalam menjaga kebhinekaan Indonesia,” pungkasnya.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *