UINSGD.AC.ID (Humas) – Dalam semangat membangun peradaban baru berbasis spiritualitas lintas agama dan teknologi cerdas, sebanyak 35 dosen mengikuti Sharing Session Esoterika Fellowship Program. Acara ini diselenggarakan oleh Rumah Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerja sama dengan Denny JA Foundation di Gedung O. Djauharuddin AR, Jumat (19/9/2025).
Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., membuka kegiatan dengan menegaskan bahwa sharing session ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman kebangsaan sekaligus memperkokoh sikap moderasi beragama di kalangan akademisi dan masyarakat luas.
Dengan menghadirkan narasumber: Nita Ch. Lusaid, Direktur Denny JA Foundation, Dr. Budhy Munawar Rahman, salah satu penasehat ahli Menteri Agama.
Sebanyak 35 peserta dari beragam disiplin ilmu turut serta, dengan fokus pada pendekatan esoterik dalam keberagamaan yang inklusif dan moderat.
“Atas nama pimpinan, saya mengucapkan terima kasih kepada Bu Nita dan Mas Budhy atas kepercayaannya. Kehadiran 35 dosen dalam pertemuan ini diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan keberagaman yang inklusif dan moderat. Hal ini sejalan dengan visi UIN Bandung untuk menciptakan kampus unggul, kompetitif, dan moderat berbasis rahmatan lil ‘alamin,” tegas Rektor.

Direktur Rumah Moderasi Beragama, Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., M.A., menambahkan bahwa para dosen yang telah mendapatkan sertifikat Training of Trainer Moderasi Beragama kini memperoleh tambahan wawasan dari Forum Esoterika. “Ilmu ini diharapkan dapat diimplementasikan di masyarakat, khususnya dalam membangun kerukunan umat beragama, ekoteologi, dan kurikulum berbasis cinta,” jelasnya.
Nita Ch. Lusaid menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk membumikan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.
Sebelumnya, sebanyak 25 dosen dari 9 kampus ternama di Indonesia telah mengikuti workshop Esoterika Fellowship Masuk Kampus di Jakarta (21–23 April 2025). Kampus peserta meliputi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Universitas Kristen Indonesia (UKI), IPMI International Business School, Universitas Hindu Negeri (UHN), UIN Cirebon, STABN Sriwijaya, President University dan Perwakilan dari Ambon.
Para peserta terdiri atas 17 doktor, 6 master, dan 2 profesor dari berbagai bidang mulai filsafat, teologi, hingga sosiologi.
Dalam program ini diperkenalkan tiga buku utama sebagai panduan kurikulum spiritualitas baru berdasarkan pemikiran Denny JA:
1. Agama sebagai Warisan Kultural Milik Bersama, yang menyoroti agama sebagai milik kolektif umat manusia.
2. Sosiologi Agama di Era Artificial Intelligence, yang menawarkan tujuh prinsip sikap agama di era digital.
3. 10 Prinsip Spiritual yang Universal, yang menyatukan esensi ajaran agama-agama dalam satu panduan reflektif.
Melalui fellowship ini, kampus diharapkan menjadi ladang subur bagi penyemaian spiritualitas universal yang inklusif, reflektif, dan membebaskan.
Dalam pernyataannya, Denny JA menegaskan, “AI telah datang. Mari kita gunakan untuk menyebarkan cahaya spiritualitas lintas iman, dimulai dari kampus. Agar agama tak sekadar menjadi identitas, melainkan energi batin yang menghidupkan masa depan.”

Esoterika Fellowship masuk Kampus sendiri merupakan bagian dari gerakan Forum Esoterika yang dipimpin oleh Ahmad Gaus AF dan Dr. Budhy Munawar Rahman. Spirit program ini adalah menghadirkan agama kembali ke jantung kesadaran manusia, melampaui doktrin menuju makna.
“Di ujung zaman algoritma, yang akan menyelamatkan kita bukan mesin paling cerdas, melainkan hati paling jernih, iman paling lembut, dan nurani yang tetap memilih cinta ketika dunia menawarkan kebencian,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan sertifikat penghargaan kepada 35 dosen yang berpartisipasi dalam Sharing Session Esoterika Fellowship Program.
Kehadiran 35 dosen ini diharapkan menjadi ruang kajian multidisipliner yang mampu merumuskan pendekatan baru dalam memahami peran agama dan spiritualitas di tengah kemajuan teknologi. UIN Bandung menegaskan komitmennya sebagai kampus keagamaan yang adaptif, progresif, dan siap bersinergi menghadapi perubahan zaman.
Daftar Peserta:
1. Prof. Dr. Dadan Rusmana, M.Ag.
2. Prof. Dr. Husnul Qodim, S.Ag., M.A., CRCE.
3. Dr. Abdullah Sape’i, M.Ag.
4. Dr. H. Setia Gumilar, S.Ag., M.Si.
5. Prof. Dr. H. Ah. Fathonih, M.Ag., CIELP., MCE.
6. Dr. Setia Mulyawan, S.E., M.M.
7. Prof. Dr. H. Ahmad Sarbini, M.Ag.
8. Prof. Dr. H. Ajid Thohir, M.Ag.
9. Prof. Dr. H. Dindin Sholahuddin, M.A.
10. H. Fakry Hamdani, S.S., M.Hum., Ph.D.
11. Dr. Irawan, S.Pd., M.Hum.
12. Prof. Dr. H. Enjang AS., M.Si., M.Ag.
13. Dr. H. Dudy Imanuddin Effendi, M.Ag.
14. Dr. H. Dedi Supriadi, S.Ag., M.Hum.
15. Dr. Rohanda, M.Ag.
16. Prof. Dr. Hj. Ulfiah, M.Si.
17. Dr. H. Irfan Fahmi, S.Th.I., M.Psi.
18. Prof. Dr. Hj. Hasniah Aliah, M.Si.
19. Dr. Yudha Satya Perkasa, M.Si.
20. Cepy Slamet, S.T., M.Kom., Ph.D.
21. Undang Syaripudin, M.Kom.
22. Prof. Ahmad Ali Nurdin, M.A., Ph.D.
23. Prof. Dr. Adon Nasurullah Jamaludin, M.Ag.
24. Dr. H. Faizal Pikri, S.S., M.Ag.
25. Prof. Dr. H. Dudang Gojali, S.Ag., M.Ag.
26. Dr. Iwan Setiawan, S.Ag., M.Pd., M.E.Sy.
27. Dr. Ecep Ismail, S.Ag., M.Ag.
28. Dr. Muhlas, S.Ag., M.Hum.
29. Dr. H. Chaerul Shaleh, S.Ag., M.Ag.
39. Dr. H. Ateng Ruhendi, M.Pd.
31. Prof. Dr. H. Wahyudin Darmalaksana, M. Ag
32. Dr. Ilim Abdul Halim, MA.
33. Dr. Neng Hannah, M.Ag.
34. Paridah Napilah, M.Ag.
35. Farhan Agung Ahmadi, M.Ag