UINSGD.AC.ID (Humas) — Relasi antara agama dan pembangunan merupakan hubungan yang saling menguatkan. Dalam perspektif multidisiplin, agama kerap dipahami sebagai kekuatan normatif yang memberi legitimasi moral bagi arah dan kebijakan pembangunan.
Nilai-nilai keagamaan seperti keadilan, kesetaraan, solidaritas, serta pengentasan kemiskinan menjadi landasan etis dalam berbagai agenda pembangunan. Sebaliknya, pembangunan menyediakan infrastruktur fisik dan sosial yang memungkinkan agama tumbuh, berperan, dan berkontribusi secara lebih luas dalam proses perubahan masyarakat.
Dinamika tersebut melahirkan hubungan yang kompleks. Di satu sisi, agama dan pembangunan saling melengkapi; di sisi lain, keduanya tidak jarang mengalami pergesekan, terutama ketika tafsir keagamaan berhadapan dengan tujuan pembangunan yang bersifat progresif.
Selama ini, peran agama dalam pembangunan kerap dipandang secara parsial. Padahal, nilai-nilai spiritual dan etika keagamaan memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk kebijakan publik, menggerakkan aksi kolektif, serta mendorong pembangunan manusia yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan perspektif teologis, sosiologis, ekonomi, dan politik, agama dapat dipahami sebagai kekuatan transformatif dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Dalam konteks sosial, agama berperan penting dalam membangun solidaritas dan memperkuat kohesi komunitas. Melalui ritual dan tradisi, agama membentuk identitas kolektif yang menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
Pada ranah praktis, agama kerap menjadi motor partisipasi masyarakat dalam berbagai inisiatif pembangunan, seperti pengentasan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, serta penguatan pendidikan inklusif. Selain itu, nilai-nilai keagamaan juga menyediakan kerangka etis untuk meredam konflik sosial melalui prinsip perdamaian dan rekonsiliasi.
Dengan demikian, agama tidak hanya berfungsi sebagai penopang tatanan sosial yang stabil, tetapi juga sebagai penggerak transformasi sosial yang berorientasi pada keadilan, kesetaraan, dan keberlanjutan.
Judul : Agama dan Pembangunan
Penulis : Asep Muhyiddin dan M. Taufiq Rahman
Terbit : Juni 2025
ISBN : 978-623-8997-01-5
Penerbit : Yayasan Al-Ma’aarij Darmaraja
Asep Muhyiddin, Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Sekretaris Senat Universitas, serta pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi S3 Studi Agama-agama Pascasarjana. Aktif menekuni ilmu dakwah dengan fokus pada pengembangan dakwah transformatif, dakwah sosial, serta peran dakwah dalam membangun kesadaran keagamaan yang inklusif dan berorientasi pada perubahan sosial.
M. Taufiq Rahman, Guru Besar sekaligus Ketua Program Studi S2 Studi Agama-agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Fokus kajiannya meliputi sosiologi agama dan perubahan sosial, serta aktif memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang berorientasi pada penguatan moderasi beragama dan harmoni sosial.