Refleksi Akhir Tahun 2025, FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung Teguhkan Nilai Akademik, Inovatif, dan Religius

UINSGD.AC.ID (Humas) — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Refleksi Akhir Tahun sebagai upaya evaluasi dan penguatan arah strategis menuju fakultas yang unggul, inovatif, dan bermartabat, Selasa (23/12/2025).

Kegiatan bertajuk “Menata Langkah Melalui Refleksi Strategis” ini menghadirkan Prof. Dr. KH. Miftah Farid, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Prof. Dr. Hasniah Aliah, M.Si., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika atas dedikasi serta kontribusi yang telah diberikan sepanjang tahun 2025.

“Di awal tahun 2025 kita telah menyusun berbagai rencana. Di akhir tahun ini, saya mengucapkan terima kasih kepada para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni yang telah berprestasi serta mengharumkan nama baik FST. Kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam kemajuan fakultas,” ujarnya.

Prof Hasniah mengapresiasi panitia atas terselenggaranya kegiatan dengan baik, berjalan lancar dan mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan refleksi akhir tahun sebagai momentum evaluasi diri, sebagaimana pesan QS. Al-Hasyr ayat 18, agar capaian yang baik dapat dilanjutkan dan kekurangan dapat diperbaiki demi masa depan yang lebih baik.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap FST tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan inovasi, tetapi juga memiliki fondasi nilai religius yang kuat,” jelasnya.

Pada sesi penyampaian materi, Prof. Dr. KH. Miftah Farid menekankan pentingnya ketakwaan dalam menyambut pergantian tahun. Menurutnya, Al-Qur’an berulang kali menjanjikan berbagai kebaikan bagi orang-orang yang bertakwa, mulai dari kemudahan dalam mengambil keputusan hingga keberkahan dalam kehidupan.

“Hari esok harus lebih baik dari hari kemarin. Hidup ini terus bergerak maju dan tidak pernah kembali. Allah Maha Kuasa menetapkan takdir, namun manusia tetap diperintahkan untuk berikhtiar,” jelasnya.

Islam mengajarkan keseimbangan antara keyakinan kepada takdir Allah dan usaha manusia. Sejak dalam kandungan hingga lahir ke dunia, manusia telah menjalani proses ikhtiar sebagai bagian dari sunnatullah.

Dalam pemaparannya, Prof Miftah mengangkat keteladanan para sahabat Nabi, khususnya Abu Bakar As-Shiddiq, yang terpilih sebagai khalifah melalui proses musyawarah dan pertimbangan yang matang. Menurutnya, proses yang baik akan melahirkan hasil yang baik serta membawa keberkahan.

Terlebih lagi kebiasaan bangun malam, melaksanakan salat malam, dan membaca Al-Qur’an dapat membentuk ketangguhan mental dan spiritual. Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan pesan Al-Qur’an dalam QS. Al-Muzammil dan QS. Ad-Duha.

“Jangan pernah mengusir orang yang datang meminta bantuan, karena kepedulian sosial merupakan salah satu jalan turunnya keberkahan. Nabi bahkan menjanjikan kedekatan di surga bagi orang-orang yang menyantuni anak yatim,” pungkasnya.

Kegiatan refleksi akhir tahun ini diharapkan menjadi momentum penguatan spiritual, evaluasi kinerja, serta peneguhan komitmen FST UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam melangkah menuju tahun yang lebih baik.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *