UINSGD.AC.ID (Humas) — Perjalanan panjang dan konsisten dalam dunia akademik mengantarkan Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., M.A. meraih jabatan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama berdasarkan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Tahun 2025. Capaian ini menjadi puncak pengabdian akademik yang sarat dedikasi dan kontribusi keilmuan bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia.
Bagi dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang juga menjabat Wakil Pengurus PWNU Jawa Barat ini, gelar Guru Besar bukan semata capaian karier akademik. “Lebih dari itu, Guru Besar merupakan simbol dedikasi, pengabdian, serta tanggung jawab moral untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa melalui ilmu pengetahuan,” tegasnya.
Sebagai insan akademik berintegritas sekaligus Direktur Eksekutif Rumah Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Usep menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai pelopor keilmuan, penjaga moralitas, dan pionir perubahan. Kontribusi tersebut diwujudkan melalui pengembangan narasi keilmuan Islam yang moderat dan berlandaskan nilai rahmatan lil ‘alamin.

Integrasi Kearifan Lokal dalam Pendidikan Pesantren
Salah satu kontribusi akademik Prof. Usep Dedi Rostandi tercermin dalam karya ilmiahnya yang mengkaji integrasi nilai kearifan lokal Menyama Braya ke dalam kurikulum pendidikan Pondok Pesantren Bali Bina Insani (BBI). Penelitian ini berfokus pada peran pendidikan pesantren dalam menumbuhkan toleransi beragama dan kerukunan antariman di tengah masyarakat multikultural.
Penelitian tersebut menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi pasif, dan analisis dokumen. Hasilnya menunjukkan bahwa kurikulum holistik BBI yang dikenal sebagai Kurikulum Hidup dan Kehidupan berhasil mengintegrasikan unsur budaya lokal, seperti penggunaan bahasa Bali dalam pembelajaran teks-teks Islam, serta mendorong interaksi sosial lintas agama.
“Integrasi nilai Menyama Braya terbukti efektif dalam merespons keragaman dan mempromosikan harmoni antara komunitas Muslim dan Hindu. Model pendidikan ini dinilai relevan untuk direplikasi oleh lembaga pendidikan Islam lainnya sebagai upaya memperkuat dialog dan kerja sama antariman di masyarakat majemuk,” jelasnya.
Sekilas Profil
Prof. Dr. H. Usep Dedi Rostandi, Lc., M.A., lahir di Bandung, 14 Januari 1966. Dengan menempuh pendidikan S1 di Universitas Al-Azhar Kairo, S2 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan S3 di Universitas Islam Nusantara Bandung. Sepanjang kariernya, telah mengemban berbagai amanah strategis di lingkungan akademik, keagamaan, dan kemasyarakatan, baik di UIN Sunan Gunung Djati Bandung maupun di organisasi keislaman tingkat daerah dan nasional.
Capaian Guru Besar ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi Prof. Usep Dedi Rostandi dalam pengembangan keilmuan Islam moderat serta penguatan nilai toleransi dan kebangsaan di Indonesia. (Haryadi/Kontributor)