UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Kolom UIN SGD BDG

Selamat Jalan Pa…

By Administrator UIN SGD Bandung | May 25, 2020

(Obituari untuk seorang Guru) Kabar yang datang adalah kematian. Seorang yang dihormati, guru, senior, teman juga sahabat harus “pulang” duluan. Ia dijemput taqdir yang niscaya. Menemui keabadian. Menjumpai fase “hidup” berikutnya dalam ukuran pengetahuan Tuhan. Kematian itu batas, begitulah orang semacam Jaspers meyakininya. “Das umgreifende” yang melingkupi, peristiwa pasti yang ditemui. Suka atau tidak, ia

RAMADHAN (30): LEBARAN

By Administrator UIN SGD Bandung | May 24, 2020

Salam. Sama seperti halnya mudik, lebaran pun terkait erat dengan usainya pelaksanaan puasa di bulan Ramadhan. Lebaran atau lubaran (bahasa Jawa) sesungguhnya simbol pensucian diri setelah proses pensucian selama kurang lebih satu bulan. Lebaran seolah sebuah deklarasi harapan kembali kepada fitrah, yang artinya bersih dari dosa, baik kepada Allah Swt. maupun kepada sesama. Secara umum,

Menghadirkan Spirit Umrah Lailatul Qadr

By Administrator UIN SGD Bandung | May 19, 2020

Dalam kondisi normal, pemandangan tanah suci Mekah dan Madinah di sepuluh malam terakhir ramadhan adalah pemandangan tentang lautan manusia dengan gairah keagamaan yang membuncah. Seakan tak terpengaruh oleh biaya akomodasi perjalanan umrah yang teramat mahal, ribuan muslim dari berbagai penjuru bumi terus mengalir membanjiri kedua kota suci tersebut. Ada dua hal yang ditengarai menjadi pemantik

Berjihadlah dari Rumah

By Administrator UIN SGD Bandung | May 15, 2020

Kata Nabi, dalam sebuah hadis sahih, wabah itu sejatinya merupakan rahmat bagi kaum beriman. Mungkin orang mengernyitkan dahi. Rahmat itu kan kasih sayang, bagaimana bisa wabah Allah maksudkan sebagai rahmat-Nya bagi kaum beriman? Aisyah suatu hari bertanya kepada Nabi Muhammad SAW ihwal wabah. Nabi menjelaskan, “Wabah itu merupakan azab yang Allah turunkan atas siapa pun yang Ia

Ramadhan dan Penyucian Jiwa

By Administrator UIN SGD Bandung | May 13, 2020

Al-Quran beberapa kali menunjukkan dirinya sebagai penyembuh, dengan menggunakan term Syafaa dan derivasinya, yakni: Serta melegakan hati orang-orang yang beriman (QS. At-Taubah: 14), Dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada (QS. Yunus: 57), Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia (QS. An-Nahl: