UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Kolom UIN SGD BDG

Pelajaran dari Bencana

By Administrator UIN SGD Bandung | December 28, 2018

Ada suka, ada pula duka. Kebahagiaan terkadang berselang dengan kesedihan. Kehidupan berganti dengan kematian. Bencana datang tiba-tiba, di luar prediksi manusia. Tsunami menimpa saudara kita, tak sedikit korban jiwa dan luka-luka. Musi bah seperti tidak berhenti, datang silih berganti di penjuru negeri. Ketahuilah bahwasanya tidak terjadi sesuatu apa pun, kecuali Allah yang menghendakinya. Allah SWT

Ucapan Terimakasih

By Administrator UIN SGD Bandung | December 26, 2018

Puslitpen LP2M UIN SGD mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada: Pertama, Para peneliti yang dengan seksama telah mencurahkan perhatian terhadap instruksi kerja penelitian dan publikasi ilmiah sehingga sedemikian rupa dapat menghimpun kekuatan untuk kerja sangat keras secara kompetitif di tengah-tengah kesibukan lain dalam rangka menghasilkan penelitian padat output bahkan hingga terlaksananya percepatan outcome (publikasi

Lima Sikap Seorang Pemimpin

By Administrator UIN SGD Bandung | December 14, 2018

Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Kalian semua adalah pemimpin dan akan di mintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.’” (HR Bukhari dan Muslim). Hadis tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan memiliki tanggung jawab yang berat. Tidak hanya kepada sesama orang yang dipimpin, ma nusia, tapi juga kepada Allah Yang Ma hakuasa. Begitu besar pahala

Retracing Shariah Science’s Position in National Law Development

By Admin UIN SGD Bandung | November 22, 2018

This paper tries to describe an attempt to retrace sharia science position in national law development. As part of Islamic law and national legal subsystem application, the position of sharia science is very strategic and significant. The existence and position of shari’ah science is not solely lies in theoretical development through academic studies, but practically

Politik Kata-Kata

By Admin UIN SGD Bandung | November 21, 2018

Panggung politik Indonesia kembali diramaikan oleh kosa kata baru, “politik genderuwo”. Sebelumnya juga diramaikan oleh sejumlah kosa kata, seperti politik kebohongan, ekonomi kebodohan, politik sontoloyo, tampang Boyolali, dan sebagainya. “Politik genderuwo” ini dicetuskan langsung oleh Presiden Joko Widodo, yang notabene juga sebagai kandidat presiden Pilpres 2019, ketika ia melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah,