Proses Beragama Masyarakat Sunda Ala Hasan Mustapa

Ilustrasi suku Sunda (Foto: Getty Images/Yamtono_Sardi)

UINSGD.AC.ID (Humas) — Kehidupan beragama di masyarakat sering kali menunjukkan perilaku tertentu yang berbeda satu sama lain dan berseberangan dengan nilai-nilai serta ajaran agama itu sendiri. Hal ini tidak terlepas dari dinamika internalisasi ajaran dan konstruksi sosial yang membentuk perilaku individu dan masyarakat dalam beragama. Masyarakat Sunda juga tidak terhindar dari proses tersebut.

Hal inilah yang digambarkan dalam naskah Sasaka Dika-Islaman karya Hasan Mustapa. Dalam naskah tersebut, Hasan Mustapa menggambarkan bahwa masyarakat menjalani agama dengan mengikuti proses dan dialektika tertentu sesuai dengan evolusi masyarakat itu sendiri. Hal ini pada gilirannya membuat masyarakat dan individu saling memberikan pengaruh dalam proses beragama.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan mengetahui secara mendalam: (1) Bagaimana konstruksi sosial masyarakat Sunda menurut Hasan Mustapa yang digambarkan dalam Sasaka Dika-Islaman; (2) Bagaimana proses beragama masyarakat Sunda dalam naskah Sasaka Dika-Islaman; dan (3) Bagaimana proses beragama masyarakat Sunda dalam perspektif Sosiologi Pengetahuan Berger.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dan holistik, dengan metode studi literatur dalam prosesnya. Penggunaan metode tersebut bertujuan agar peneliti bisa menggambarkan pemikiran Hasan Mustapa yang terangkum dalam naskah Sasaka Dika-Islaman secara menyeluruh. Sumber data penelitian terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi (pembacaan atas literatur) dan observasi atas perilaku beragama masyarakat Sunda untuk konfirmasi paparan naskah Sasaka Dika-Islaman.

Peneliti dalam hal ini menganalisis data tersebut dengan teori sosiologi pengetahuan Peter L. Berger, untuk membaca dan memahami konstruksi sosial keberagamaan masyarakat Sunda dalam tiga pase yang simultan yang melibatkan proses eksternalisasi, internalisasi, dan objektivasi.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, konstruksi kehidupan beragama dalam masyarakat Sunda di dalam naskah Sasaka Dika-Islaman merupakan model reflektif perkembangan kehidupan individu dan masyarakat Sunda yang berproses seiring evolusi masyarakat itu sendiri;

Kedua, proses beragama masyarakat Sunda melibatkan praktik sosialisasi ajaran dan nilai-nilai keagamaan yang menghasilkan dua pola perilaku beragama individu di masyarakat, yakni perilaku beragama secara kritis dan perilaku beragama secara apatis dengan dampaknya masing-masing; dan Ketiga, Proses beragama masyarakat Sunda dalam perspektif sosiologi pengetahuan Berger adalah proses yang melibatkan eksternalisasi, internalisasi, dan objektivasi agama di masyarakat. Proses ini memunculkan kesadaran duplikatip, yakni diri sosial dan diri non-sosial.

Studi ini dapat memperkaya khazanah keilmuan dan bahasan dalam bidang Studi Agama dan Sosiologi Agama. Analisis konstruksi sosial Peter L. Berger memberikan perspektif baru dalam memahami perilaku beragama individu dan masyarakat, khususnya masyarakat Sunda berdasarkan naskah Sasaka Dika-Islaman karya Hasan Mustapa.

Untuk mengetahui Disertasi Ahmad Gibson Albustomi tentang Proses Beragama Masyarakat Sunda: Studi terhadap Naskah Sasaka Dika-Islaman karya Hasan Mustapa, yang telah berhasil dipertahankan dalam Sidang Terbuka pada 13 April 2023, dengan tim promotor dan penguji: Prof. Dr. H. Afif Muhammad, M.A.; Prof. Dr. H. Asep Muhyiddin, M.Ag.; Prof. Dr. H. Dody S. Truna, M.A.; Prof. Dr. H. M. Yusuf Wibisono, M.Ag.; Prof. Dr. H. Bambang Qomaruzzaman, M.Ag.; Dr. H. Solehudin, M.Ag.; dan Dr. H. Mulayana, Lc., M.Ag., dapat diunduh melalui laman ini.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *