UINSGD.AC.ID (Humas) – Dalam rangka meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi, Prodi Akuntansi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Dr. Adang Sonjaya ME.Sy., Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan, Organisasi Riset Tatakelola Pemerintahan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat (ORTKPKM), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Aula FEBI, Senin (10/11/2025).
FGD bertajuk Strategi Menulis dan Publikasi Artikel di Jurnal Internasional yang diikuti oleh para dosen, peneliti, dan mahasiswa yang memiliki minat dalam publikasi ilmiah bereputasi.
Wakil Dekan FEBI II Dr. Muhammad Zaky, M.Si. dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan menulis sebagai bagian dari budaya akademik. “Penguasaan keterampilan menulis artikel ilmiah tidak hanya menjadi syarat akademik, tetapi merupakan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong sivitas akademika semakin percaya diri dalam publikasi internasional,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, Dr. Adang yang berpengalaman dalam penulisan dan publikasi jurnal internasional, yang membagikan kiat-kiat strategis dalam merancang artikel yang layak terbit di jurnal bereputasi Scopus maupun Web of Science. Para peserta dibekali pemahaman mengenai karakteristik jurnal internasional, etika publikasi, teknik penyusunan abstrak dan struktur artikel, hingga strategi efektif menjawab reviu dari editor dan reviewer.
Menurutnya ada tiga tahapan penting yang harus dipahami penulis sebelum mengirimkan artikelnya ke jurnal internasional, yaitu pra-penulisan, proses penulisan, dan pasca-penulisan.
Pertama, Tahap Pra-Penulisan: Fondasi Penelitian yang Kuat.
Pentingnya memperbarui literatur dan mengikuti tren terbaru dalam bidang keilmuan. Riset yang kuat menjadi kunci utama agar artikel memiliki kualitas dan kebaruan (novelty) yang diakui secara internasional. Peserta diarahkan untuk memanfaatkan search engine akademik dan aplikasi pemetaan referensi seperti Mendeley atau Zotero untuk menjaga akurasi sitasi dan daftar pustaka.
Kedua, Tahap Penulisan: Menyusun Artikel yang Layak Terbit.
Materi yang berfokus pada teknik penulisan yang baik, mulai dari penyusunan judul, abstrak, pendahuluan, metode, hingga hasil dan pembahasan.
– Judul harus mencerminkan substansi artikel secara ringkas dan menarik.
– Abstrak wajib mencakup unsur latar belakang, metode, temuan utama, kebaruan, serta rekomendasi.
– Pendahuluan harus memuat state of the art, celah riset, tujuan, dan urgensi penelitian.
– Metode dan pembahasan dijelaskan dengan struktur yang jelas, dilengkapi referensi metode baku dan perbandingan dengan penelitian sebelumnya.
Ketiga, Tahap Pasca-Penulisan: Strategi Publikasi.
Peserta dibimbing untuk memilih jurnal yang tepat berdasarkan ruang lingkup (aims dan scope), quartile, dan indeksasi. Dr. Adang mengingatkan pentingnya memeriksa status jurnal melalui Scopus, ScimagoJR, atau Web of Science untuk memastikan jurnal tersebut bukan jurnal discontinued.
Peneliti muda BRIN ini memberikan panduan mengenali jurnal predator, antara lain: adanya submission fee sebelum artikel diterima, proses review tidak substansial, janji accepted sangat cepat, tampilan website tidak profesional, hingga penggunaan fake impact factor.
Ketua Prodi Akuntansi Syariah, Mia Lasmi Wardiyah, S.P., M.Ag., CPRM didampingi oleh Sekretaris Fithri Dzikrayah, S. E., M. E. menuturkan kemampuan menulis dan publikasi di jurnal internasional menjadi kebutuhan penting bagi sivitas akademika. “Keterampilan publikasi bukan hanya tuntutan akademik, tetapi kontribusi nyata terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui FGD ini, kami ingin menumbuhkan budaya meneliti dan menulis yang lebih kuat di lingkungan kampus,” ujarnya.
FGD berlangsung interaktif dengan sesi praktik langsung, diskusi, serta konsultasi singkat yang diharapkan peserta mendapatkan umpan balik terkait rancangan artikel masing-masing. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, terutama ketika membahas cara memilih jurnal yang sesuai dan strategi menghindari predatory journal.
Melalui kegiatan ini, Prodi Akuntasi Syariah berharap semakin banyak karya ilmiah sivitas akademika UIN Bandung yang menembus jurnal internasional bereputasi. “Publikasi ilmiah menjadi salah satu indikator penting peningkatan kualitas perguruan tinggi dan kontribusi akademik pada tingkat global,” pungkasnya.