Prioritas Silaturahmi Keluarga dalam Idul Fitri

UINSGD.AC.ID (Humas) — Silaturahmi merupakan salah satu aspek fundamental dalam ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga hubungan keluarga dan persaudaraan. Idul Fitri sebagai momentum spiritual memiliki nilai lebih dalam memperkuat silaturahmi, terutama dalam konteks keluarga, warisan, dan hubungan mahram.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara silaturahmi, hukum warisan, dan hubungan mahram berdasarkan dalil Al-Qur’an, hadis, serta pandangan ulama salaf.

Silaturahmi dalam Islam

Silaturahmi memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Allah SWT berfirman:

> وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa: 1)

Hadis Rasulullah ﷺ juga menegaskan bahwa silaturahmi memiliki dampak positif dalam kehidupan dunia dan akhirat:

> مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi.” (HR. Bukhari no. 5986, Muslim no. 2557)

Dari perspektif ini, Idul Fitri menjadi kesempatan untuk memperkuat silaturahmi sebagai bagian dari ibadah dan strategi mempererat ukhuwah Islamiyah.

Silaturahmi dan Hubungan Mahram

Islam menetapkan batasan-batasan dalam hubungan keluarga melalui konsep mahram, sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nisa: 23:

> حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ…
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anak perempuanmu, saudara-saudara perempuan… (QS. An-Nisa: 23)

Ayat ini menunjukkan pentingnya menjaga batasan dalam pergaulan keluarga. Idul Fitri, sebagai ajang silaturahmi, menjadi momen untuk mempererat hubungan dengan mahram secara islami dan menjaga adab dalam interaksi.

Prioritas Silaturahmi dalam Islam

Silaturahmi bukan sekadar anjuran sosial, tetapi juga perintah syariat yang memiliki dampak duniawi dan ukhrawi.

Dari segi sosial, silaturahmi memperkuat solidaritas keluarga dan masyarakat. Dari segi ekonomi, silaturahmi mencegah pertikaian akibat warisan yang sering kali menjadi pemicu perpecahan keluarga. Dari segi spiritual, silaturahmi menjadi sarana memperoleh keberkahan dan rahmat Allah SWT.

Silaturahmi sebagai Solusi Konflik

Konflik internal keluarga besar terkadang terjadi akibat ketidakpuasan dalam kurangnya pemahaman terhadap hukum Islam. Berdasarkan pandangan ulama, penyelesaian terbaik adalah dengan mengedepankan musyawarah dan silaturahmi.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menekankan bahwa interaksi materi dan nonmateri menjaga keadilan dan keharmonisan keluarga. Imam Asy-Syafi’i menegaskan bahwa pertikaian kekuarga harus diselesaikan dengan pendekatan yang hikmah dan tidak memutuskan hubungan keluarga.

Silaturahmi Idul Fitri menjadi momen strategis untuk menghindari dan menyelesaikan perselisihan yang mungkin timbul dengan saling memahami dan memberi.

Etika Silaturahmi dengan Mahram

Silaturahmi dalam keluarga harus tetap memperhatikan adab dan batasan syariat. Islam telah mengatur siapa saja yang termasuk mahram dan bagaimana interaksi yang diperbolehkan.

Imam An-Nawawi menegaskan bahwa interaksi dengan mahram harus dijaga sesuai adab Islam, seperti menundukkan pandangan dan tidak bersentuhan dengan yang bukan mahram. Ibnu Taimiyyah menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan mahram untuk mempererat kekeluargaan tanpa melanggar batasan syariat. Idul Fitri menjadi kesempatan yang tepat untuk mengajarkan generasi muda tentang pentingnya menjaga hubungan dengan mahram sesuai tuntunan Islam.

Berdasarkan analisis terhadap dalil-dalil Al-Qur’an, hadis, dan pandangan ulama, dapat disimpulkan bahwa: Silaturahmi saat Idul Fitri merupakan ibadah yang memiliki dampak besar dalam kehidupan sosial dan spiritual. Silaturahmi menjadi solusi dalam penyelesaian konflik keluarga dan memastikan hak-hak solusi dipenuhi sesuai syariat. Hubungan mahram dalam Islam harus dijaga dalam etika pergaulan keluarga, dan Idul Fitri menjadi kesempatan untuk memperkuat ukhuwah tanpa melanggar batasan syariat.

Dengan demikian, silaturahmi Idul Fitri tidak hanya sebatas tradisi, tetapi juga menjadi implementasi nyata dari ajaran Islam dalam menjaga keharmonisan keluarga, keadilan, dan adab pergaulan dalam hubungan mahram sebagai keluarga dekat.

S. Miharja, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *