UINSGD.AC.ID (Humas) — Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia terus mendorong partisipasi aktif santri dan komunitas pesantren dalam Audisi Online “Cahaya Muda Indonesia: Menebar Cahaya Qur’an” yang digagas iNews Media Group.
Program ini dinilai sejalan dengan penguatan dakwah pesantren yang moderat, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan media digital.
Dukungan ini disampaikan melalui surat resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor B-26/DJ.I/HM.01/01/2026 tertanggal 16 Januari 2026, yang ditujukan kepada jajaran pemangku kepentingan pendidikan Islam, mulai dari pengelola Pondok Pesantren, Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Muadalah, Mahad Aly, hingga asosiasi pesantren di seluruh Indonesia.
Dalam surat itu ditegaskan bahwa program “Cahaya Muda Indonesia” merupakan ajang strategis untuk menyalurkan potensi dakwah santri sekaligus mengembangkan bakat komunikasi keislaman yang mencerminkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Dakwah pesantren, yang selama ini dikenal dengan pendekatan santun dan berakar pada tradisi keilmuan, diharapkan semakin luas menjangkau masyarakat melalui media televisi nasional.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengimbau agar informasi audisi ini disosialisasikan secara luas kepada santri dan generasi muda pesantren yang memiliki minat dan bakat di bidang dakwah. Partisipasi aktif santri dalam program ini dipandang sebagai bagian dari upaya penguatan moderasi beragama, sekaligus memperluas peran pesantren dalam membangun narasi keislaman yang damai, toleran, dan menyejukkan di ruang publik.
Audisi Online “Cahaya Muda Indonesia” terbuka bagi peserta laki-laki dan perempuan berusia 18–35 tahun, baik perorangan maupun duo. Peserta diminta mengirimkan video dakwah berdurasi tiga menit yang memuat pesan-pesan keislaman moderat, inspiratif, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Selama pelaksanaan program, peserta juga harus bersedia berdomisili di wilayah Jabodetabek.
Pelaksanaan audisi dijadwalkan berlangsung pada 15–20 Januari 2026 dan dapat diikuti secara gratis. Ketentuan teknis serta persyaratan lengkap mengikuti ketentuan yang tercantum dalam flyer resmi pendaftaran audisi iNews.
Melalui program ini, Kementerian Agama berharap lahir dai dan dai’ah muda dari pesantren yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga mampu menjadi duta moderasi beragama di tengah masyarakat melalui pemanfaatan media digital dan penyiaran nasional.