UINSGD.AC.ID (Humas) — Hari kemarin, Rabu (23/4/2025) kita menyaksikan satu tonggak penting dalam perjalanan akademik kampus kita, yaitu pengukuhan Guru Besar. Ini bukan hanya seremoni akademik semata, melainkan juga momentum untuk menegaskan kembali komitmen kita terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Menjadi seorang Guru Besar bukan hanya pencapaian individu, tetapi merupakan amanah yang besar. Gelar ini adalah bentuk pengakuan atas ketekunan, keilmuan, kontribusi riset, serta dedikasi panjang dalam mendidik dan membina generasi penerus bangsa.

Peran Guru Besar

Pengukuhan ini menandai bahwa Bapak, Ibu yang dikukuhkan telah mencapai puncak dalam jabatan akademik, namun pada saat yang sama, juga memasuki fase pengabdian keilmuan yang semakin luas dan dalam. Kita tidak hanya dituntut untuk menguasai ilmu, tapi juga menjadikan ilmu tersebut sebagai jalan pengabdian, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial di tengah masyarakat.

Kita hidup di zaman yang sangat dinamis. Perubahan teknologi, tantangan globalisasi, serta transformasi sosial menuntut kita untuk tidak berhenti belajar dan berinovasi. Dalam konteks ini, peran Guru Besar menjadi sangat sentral.

Guru Besar adalah benteng keilmuan dan sekaligus mercusuar moralitas akademik. Ia harus mampu menempatkan diri sebagai pemikir, pembina, sekaligus pelopor perubahan. Lebih dari itu, Guru Besar juga memiliki tanggung jawab untuk membangun narasi keilmuan yang berakar pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘ālamīn.

Perkuat Pengembangan Ilmu

UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai perguruan tinggi Islam negeri, memiliki kekhasan dalam integrasi ilmu agama dan ilmu umum. Maka, para Guru Besar di kampus ini diharapkan dapat memperkuat posisi kita sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis wahyu dan akal, tradisi dan inovasi, spiritualitas dan rasionalitas.

Dengan adanya pengukuhan ini saya berharap: Pertama, kepada para Guru Besar yang dikukuhkan hari kemarin: teruslah menjadi contoh dalam integritas akademik, dalam etos riset, serta dalam pengabdian kepada masyarakat. Jadilah panutan yang mampu menginspirasi generasi muda, tidak hanya melalui kata-kata, tetapi terutama melalui keteladanan.

Kedua, saya mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momen ini sebagai motivasi bersama. Mari kita tingkatkan kualitas riset, publikasi ilmiah, pengajaran, dan pengabdian. Kampus kita harus menjadi tempat subur bagi tumbuhnya pemikiran-pemikiran besar dan solusi-solusi nyata untuk tantangan umat dan bangsa.

Ketiga, mari kita terus perkuat sinergi antara fakultas, lembaga, dan pusat kajian di lingkungan UIN Bandung. Dengan kolaborasi yang erat dan semangat kebersamaan, kita yakin UIN Bandung akan menjadi universitas yang unggul, bereputasi internasional, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai Islam.

Akhirnya, atas nama universitas, saya mengucapkan selamat kepada para Guru Besar yang dikukuhkan. Terima kasih kepada keluarga, kolega, dan semua pihak yang telah mendukung perjalanan akademik yang panjang dan penuh perjuangan ini.

Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi setiap langkah kita dalam menunaikan amanah keilmuan, dan mudah-mudahan dengan pengukuhan ini menjadi awal dari kiprah yang lebih besar dan lebih bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Prof Rosihon Anwar, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *