UINSGD.AC.ID (Humas) — Meningkatnya jumlah jamaah haji lanjut usia (lansia) yang menghadapi keterbatasan fisik, kesehatan, dan adaptasi layanan di Tanah Suci mendorong lahirnya kebijakan Haji Ramah Lansia yang kini menjadi perhatian publik nasional. Isu ini menjadi fokus kajian dalam Sidang Senat Terbuka Promosi Doktor Program Studi Studi Agama-agama Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung atas nama Yuyun Yuningsih, yang berlangsung di Aula Selatan Gedung Pascasarjana UIN Bandung, Rabu (28/1/2026)
Dalam sidang terbuka itu, Yuyun Yuningsih mempertahankan disertasi berjudul “Pengarusutamaan Haji Ramah Lansia di Media (Studi terhadap Penggunaan Media dalam Sosialisasi Haji Ramah Lansia Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2023–2024)”. Disertasi ini mengkaji peran media dalam membangun pemahaman publik terhadap kebijakan pelayanan haji yang inklusif dan berkeadilan bagi jamaah lansia.
Penelitian ini berangkat dari fenomena pertumbuhan signifikan jumlah jamaah haji lansia di Indonesia yang tidak hanya menuntut kesiapan teknis pelayanan, tetapi juga perubahan cara pandang publik agar lebih empatik dan manusiawi terhadap kelompok rentan. Salah satu kebijakan strategis yang dianalisis adalah program Haji Ramah Lansia yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), dengan media sebagai instrumen utama dalam sosialisasi kebijakan tersebut.
Secara akademik, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana konstruksi haji ramah lansia ditampilkan dalam media Kemenag RI pada periode 2023–2024, mengidentifikasi pesan-pesan utama yang disampaikan, serta menganalisis konteks penggunaan media dalam sosialisasi kebijakan. Kajian ini menggunakan teori konstruksi realitas sosial, medium theory, dan teori publisitas sebagai landasan analisis.
Penelitian dilakukan dengan paradigma konstruktivistik dan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi media resmi Kemenag RI, meliputi Instagram @kemenag_ri, kanal YouTube Kemenag, dan situs web resmi, serta wawancara mendalam dengan pejabat dan praktisi komunikasi di lingkungan Kementerian Agama. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengarusutamaan haji ramah lansia dalam media Kementerian Agama RI dilakukan secara sistematis melalui narasi visual dan teks yang menempatkan lansia sebagai subjek aktif dengan kapasitas spiritual yang kuat. Media menampilkan citra lansia yang berdaya dan menjadi teladan dalam ibadah, sekaligus menegaskan bahwa kebijakan haji ramah lansia merupakan bentuk formalisasi pelayanan haji yang humanis, inklusif, dan berbasis nilai kemanusiaan.
Pesan-pesan utama yang disampaikan media bersifat afektif dan partisipatif, antara lain menyoroti fasilitas khusus lansia, pendampingan, kesiapan fisik dan mental, edukasi kesehatan, ibadah ramah lansia, serta digitalisasi pelayanan. Disampaikan dengan 4 pilar utama kelompok pesan afektif, kognitif, instrumental dan sosial. Dan klasifikasi pesan informatif, edukatif, preventif, argumentatif, persuasif dan inovatif. Media dimanfaatkan sebagai ruang edukasi, advokasi, dan pembentukan opini publik yang empatik melalui pendekatan teknologi multi-platform.
Melalui disertasi ini, Yuyun Yuningsih menawarkan model komunikasi kebijakan publik berbasis konstruksi sosial media yang memadukan nilai pesan, teknologi digital, dan kebijakan publik inklusif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademik sekaligus rekomendasi praktis bagi penguatan pelayanan haji ramah lansia di Indonesia.
Sidang promosi doktor ini dipimpin oleh Prof. Dr. H. Dindin Solahudin, M.A. selaku Ketua Sidang, dengan Dr. Dadang Darmawan, M.A. sebagai Sekretaris Sidang. Bertindak sebagai Ketua Promotor Prof. Dr. H. M. Yusuf Wibisono, M.Ag., dengan anggota promotor Prof. Dr. Moch. Fakhrurroji, M.Ag. dan Dr. H. Asep Iwan Setiawan, S.Sos.I., M.Ag.. Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Mahi Mamat Hikmat, M.Si., Dr. H. Dadan Suherdiana, M.Ag., Dr. H. Aep Kusnawan, S.Ag., M.Ag., serta Prof. Dr. H. Enjang AS., M.Si., M.Ag. selaku Guru Besar.
