UINSGD.AC.ID (Humas) — Saya berbagi bagian dari perjalanan saya karena seperti banyak dari kita, saya tidak berasal dari hak istimewa. Saya bukan berasal dari darah biru.
Ibuku tidak sempat pergi ke sekolah, dan pendidikan ayahku terbatas. Saya dibesarkan melalui Madrasah dan Pesantren berdasar nilai-nilai Islam, dan melanjutkan jalur di UIN Bandung sampai saya mengejar Master dan Doktor di Barat.
Membentuk Karakter
Itulah sebabnya saya sangat percaya: kunci untuk meraih Indonesia Emas 2045 Indonesia Emas kita adalah pendidikan. Bukan hanya untuk kesuksesan, tetapi untuk kehidupan. Pendidikan membentuk karakter, membangun ketahanan, dan membuka pintu yang dulunya tampak mustahil.
Pengingat bagi kita semua: kehebatan tidak ditentukan dari mana kita berasal, tetapi dari bagaimana kita bangkit, bagaimana kita belajar, dan bagaimana kita melayani orang lain.
Kemenag dan Keragaman Agama
Sebagai bagian dari Kementerian Agama Indonesia, kami di sini bukan untuk mempromosikan satu agama di atas yang lain, atau untuk memecah belah. Kami di sini untuk memberikan suara kepada semua agama yang ada di negara kami. Kekuatan Indonesia terletak pada keragaman lintas agama, budaya, dan wilayah.
Kita tidak terbagi kita satu Indonesia. Satu bangsa, dengan misi bersama: tidak hanya untuk mengangkat kehidupan rakyat kita, tetapi untuk menciptakan dampak global yang berarti.
Kita harus terus mempromosikan dialog antaragama dan keselarasan sosial. Al-Qur’an mengajarkan, “Kami jadikan kamu bangsa-bangsa dan suku-suku supaya kamu saling mengenal” (49:13).
Roh ini bergema di dalam Alkitab, “Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri” (Markus 12:31), mengingatkan kita bahwa keselarasan dimulai dengan saling menghormati dan kasih sayang.
Ayat ini mengingatkan kita bahwa keragaman bukanlah tantangan untuk diatasi, tetapi kenyataan untuk merangkul dengan kebijaksanaan dan rasa hormat.
Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Namun kami akan terus tanpa lelah dan setia sampai kami menyaksikan terwujudnya visi bersama kami: Indonesia yang bangkit sebagai Bangsa Emas, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi di dunia.
Salam dan Shalom,
H. Gugun Gumilar, M.A, Ph.D., Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kerjasama Luar Negeri, Kerukunan, Pelayanan Agama dan Pengawasan.