UINSGD.AC.ID (Humas) — Perkembangan teknologi digital telah membawa transformasi yang signifikan dalam sektor pendidikan tinggi, terutama dengan kehadiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). AI memungkinkan personalisasi pembelajaran, penyajian materi yang lebih interaktif, serta analisis data secara real time, sehingga meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar (Luckin et al., 2016).
AI, dalam konteks studi Islam, khususnya pembelajaran Tafsir Al-Qur’an, dapat digunakan untuk mempermudah akses ke berbagai referensi tafsir, melakukan analisis tematik Al-Qur’an, hingga membantu mahasiswa dalam memahami makna ayat dengan lebih mendalam melalui pendekatan linguistik dan semantik. Hal ini membuka peluang baru bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan metode pembelajaran tafsir yang lebih dinamis dan sesuai dengan perkembangan zaman (Ikhsan, 2023).
Namun, integrasi AI dalam pembelajaran tafsir Al-Qur’an juga menghadirkan tantangan serius, terutama dari aspek metodologis dan etis. AI, meskipun mampu memproses teks secara cepat dan efisien, pemahaman terhadap makna Al-Qur’an membutuhkan pendekatan hermeneutik dan keilmuan yang mendalam, yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi (Al-Azab, 2021).
Selain itu, penggunaan AI perlu diiringi dengan kebijakan yang jelas terkait dengan validitas sumber, otoritas keilmuan, dan perlindungan data pengguna. Penting bagi institusi pendidik-an tinggi untuk mengembangkan model integrasi AI yang bijak dan tetap berpijak pada prinsipprinsip keilmuan Islam yang kokoh.
Baca selengkapnya tentang Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran Tafsir Al-Qur’an di Perguruan Tinggi oleh Karman, Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung dapat diunduh pada laman ini