Pelopor Pergerakan Ekoteologi

UINSGD.AC.ID (Humas) — Hari ini sebanyak 7.310 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2025 yang dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 26 – 28 Agustus 2025.

Mahasiswa baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang saya banggakan, selamat datang di kampus tercinta ini, kampus unggul, kompetitif, dan inovatif berbasis rahmatan lil alamin. PBAK tahun 2025 kali ini mengusung tema “Gunung Djati Muda, Penggerak Literasi, Pelopor Ekoteologi Berbasis Rahmatan Lil ‘Alamin.”

Ada enam jenis literasi yang harus dikuasai mahasiswa yakni:

1. literasi baca tulis (iqra);
2. literasi numerasi;
3. literasi sains;
4. literasi digital;
5. literasi finansial, dan
6. literasi budaya dan kewargaan.

Ekoteologi sebagai Gerakan Kampus

UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sejatinya bisa melengkapi dengan literasi yang ke tujuh yaitu literasi keagamaan dalam bentuk penguatan moderasi beragama.

Tatkala seluruh anak Adam diberikan tugas dan tanggung jawab memakmurkan bumi, semua jenis literasi tanpa kecuali termasuk sains dan teknologi harus dilandasi oleh agama (Iman, Islam, dan Ihsan). Untuk itulah Kementerian Agama menggagas konsep ekoteologi.

Ekoteologi adalah pendekatan studi keagamaan yang memadukan ajaran agama dengan kepedulian lingkungan. Konsep ini menekankan bahwa menjaga dan melestarikan alam adalah bagian dari ibadah dan wujud pengabdian kepada Allah SWT, karena alam adalah ciptaan-Nya.

Melalui ekoteologi, umat beragama didorong untuk mengembangkan hubungan spiritual yang positif dan timbal balik dengan lingkungan. UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengambil peran menjadi pelopor penggerak dalam mempraktikan dan bertindak nyata untuk mengatasi masalah kerusakan lingkungan seperti pencemaran udara, air, dan tanah akibat limbah dan polusi;

Perubahan iklim akibat pemanasan global; kepunahan keanekaragaman hayati akibat perburuan dan hilangnya habitat; penipisan sumber daya alam karena eksploitasi berlebihan; dan kerusakan fisik akibat bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan letusan gunung berapi. Kepeloporan gerakan dan tindakan nyata ekoteologi ini sudah tersurat dalam visi kampus kita yakni rahmatan lil alamīn.

Kelola Minyak Jelantah dan Limbah Jadi Berkah

Moment PBAK ini harus benar-benar kita maksimalkan agar visi Rahmatan Lil alamīn ini benar-benar menjadi nilai inti (core value) perilaku dan perbuatan seluruh warga kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Rahmat dan kasih sayang itu datangnya dari Allah swt. selanjutnya melalui Rasul Muhammad SAW. sebagai nabi terakhir, kita diberi tugas menyebarkan rahmat dan kasih sayang ini ke seluruh makhluk dan seluruh alam.

UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah berkolaborasi dengan Novooleum untuk mengelola minyak jelantah menjadi energi terbarukan seperti bioavtur. UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah bekerja sama dengan WAHU (Wahu Waste Hub) untuk mengelola limbah plastik dan botol agar memiliki nilai guna. Ini adalah wujud nyata kampus kita menerapkan ekoteologi. Limbah yang saudara, saudari setorkan melalui aplikasi resmi kedua mitra ini akan dikonversi menjadi nilai rupiah. Tidak berhenti di situ, rupiah tersebut akan disetorkan ke UPZ UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kemudian dikelola menjadi beasiswa bagi mahasiswa.

Para mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PBAK pada hari ini semua menerima tumbler. Tumbler ini pengganti botol plastik sekali pakai yang lalu dibuang begitu saja. Perilaku kecil ini sejatinya adalah wujud nyata tindakan ekoteologi berbasis rahmatan lil alamīn karena menjalani kehidupan yang ramah dan sayang lingkungan, sederhana namun penuh makna.

Sebagai rektor, saya ingin menegaskan saudara, saudari, kuliah itu tidak hanya di ruang kelas tetapi juga di alam bebas. Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung bukan hanya penguasa kelas tetapi pengelola alam bebas, khalifah fi al ardh.

Selamat datang mahasiswa baru di kampus unggul, kompetitif, dan inovatif. Selamat berproses, mari kita wujudkan kampus ini sebagai kampus pelopor pergerakan ekoteologi yang memberi cahaya bagi peradaban. Amiin ya Rabb.

Rosihon Anwar, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *