UINSGD.AC.ID (Humas) — Memang tragis nasibmu, jatuh cinta di bulan suci dan patah hati di bulan haji. Di bulan itu, orang mampu bertamu ke rumah suci. Bagimu, bulan haji adalah bulan ketika janji suci dinodai. Untung !! di bulan haji banyak kambing yang disembelih.
Terkadang, patah hati itu ibarat cermin yang pecah, jemarimu akan tergores luka ketika buru-buru memperbaikinya. Namun cinta mengajari hal penting, bahwa ada bahagia sebelum hatimu patah. Dan ada asa ketika hati mulai bangkit meski tertatih.
Tak mengapa patah hati, sekali, dua kali, bahkan berkali-kali. Asal dikemudian hari, hidup sebengkel dengan mekanik baik hati yang bisa mengobati.
Biarlah hatimu patah karena menopang beban. Biarkan pula hatinya tumbuh sebentar karena rela disiram racun. Dan patah hati dengan seorang ani-ani mungkin hanyalah komedi bukan tragedy.
#Kulkas Ngadem Yuk
#Kulkas Seru Kajiannya
#Kulkas Seuri Sajiannya.
Aang Ridwan, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung