Menuju Akreditasi Internasional IABEE, Informatika UIN Bandung Raih Status “Provisionally Accredited”

Oplus_131072

UINSGD.AC.ID (Humas) —Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah mengikuti salah satu rangkaian sertifikat akreditasi internasional dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE) dengan status “Provisionally Accredited”.

Sertifikat tersebut diterbitkan pada 31 Maret 2026 di Jakarta, sebagaimana tercantum dalam dokumen resmi IABEE. Status ini diberikan dalam disiplin Computer Science, Informatics, and Similarly-named Computing Programs, sebagai bentuk pengakuan awal terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan berbasis standar internasional.

IABEE merupakan lembaga akreditasi mandiri nirlaba yang diakui di Indonesia dan didirikan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Lembaga ini berfokus pada akreditasi program studi di bidang teknik, teknologi, dan komputasi.

Sejak melaksanakan akreditasi pertamanya pada 2016, IABEE terus memperluas pengakuan global, termasuk menjadi anggota penuh (full signatory) Washington Accord pada 2022, serta Seoul Accord untuk bidang komputasi dan teknologi informasi.

Dalam sistem evaluasinya, IABEE menawarkan dua jenis akreditasi, yaitu General Accreditation (GA) dan Provisional Accreditation (PA). Status PA yang diraih Informatika UIN Bandung merupakan tahap awal untuk mempersiapkan program studi menuju akreditasi penuh (GA), terutama dalam penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Atas capaian prestasi yang membanggakan kampus tercinta ini, Ketua Jurusan Teknik Informatika UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. Dian Sa’adillah Maylawati, S.Kom., MT, didampingi oleh Sekretaris, Agung Wahana, MT menyampaikan menyampaikan bahwa capaian ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu akademik.

“Alhamdulillah, raihan ini menjadi pintu gerbang menuju akreditasi penuh. Lebih dari itu, proses evaluasi PA menjadi ruang belajar untuk terus memperbaiki kualitas pendidikan bagi mahasiswa, dosen, dan alumni,” tegasnya, Kamis (2/4/2026).

Capaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pimpinan universitas, Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LP2M), pimpinan Fakultas Sains dan Teknologi, hingga para dosen, mahasiswa, alumni, dan mitra yang terlibat aktif dalam proses persiapan dan evaluasi.

Ke depan, Jurusan Informatika UIN Bandung menargetkan untuk melanjutkan ke tahap General Accreditation (GA) sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pendidikan informatika berstandar internasional.

“Ini bukan akhir, melainkan awal perjalanan. Mari bersama-sama mempersiapkan langkah berikutnya. GA menanti. Bismillah,” jelasnya.

Sebelumnya, Berdasarkan Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Informatika dan Komputer (INFOKOM) No.121/LAM-INFOKOM/Ak/S/VIII/2023 menyatakan bahwa Program Studi Teknik Informatika (IF) pada Program Sarjana (S1) UIN Sunan Gunung Djati Bandung memenuhi syarat peringkat Akreditasi Unggul.

Dalam salinan Surat Keputusan itu, Prof. Dra. Sri Hartati, MSc., Ph.D., Ketua Dewan Eksekutif menegaskan Sertifikat Akreditasi Program Studi ini berlaku sejak tanggal 18 Agustus 2023 sampai dengan 18 Agustus 2028.

Upaya pengembangan ilmu Informatika bidang artificial intelligence dan distributed computing, Jurnal Online Informatika (JOIN) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berhasil terindeks Scopus.

Sebagai informasi, JOIN yang dibangun sejak tahun 2016 hingga saat ini telah mencapai Edisi 9 Nomor 2 terus berupaya memperbaiki kualitas pengelolaan dan artikel yang diterbitkan. “Alhamdulillah pada tanggal 18 Desember 2024 JOIN menjadi salah satu Jurnal Internasional Bereputasi terindeks Scopus. Saat ini JOIN adalah Jurnal Pertama di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bidang Informatika atau Ilmu Komputer yang terindeks Scopus,” bebernya.

Sebagai bentuk rekognisi internasional, capaian ini menegaskan bahwa kualitas pendidikan Teknik Informatika UIN Bandung telah mulai sejajar dengan standar global yang diakui melalui jejaring akreditasi internasional. “Hal ini tidak hanya memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional, tetapi berusaha membuka peluang yang lebih luas dalam kancah global, baik untuk studi lanjut, kolaborasi akademik, maupun dunia kerja lintas negara,” pungkasnya.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *