Melawan Dimensia dengan Aktivitas Jalan Kaki ke Tempat Ibadah

UINSGD.AC.ID (Humas) — Demensia adalah tantangan kesehatan global yang signifikan, menurunkan kualitas hidup lansia. Intervensi non-medis meliputi interaksi sosial, aktivitas fisik seperti jalan kaki, dan penguatan spiritual. Ini menunjukkan potensi dalam memperlambat progresi demensia dan meningkatkan kesejahteraan. Tulisan ini menggabungkan perspektif ilmiah kontemporer berupa model bio-psycho-social-spiritual care.

 

Interaksi Sosial dan Risiko Demensia

Kunjungan sosial dan silaturahim terbukti memberi efek protektif terhadap kesehatan otak. Penelitian di Rush University Medical Center menemukan bahwa orang tua yang aktif secara sosial mengembangkan demensia hingga lima tahun lebih lambat dan memiliki risiko 38% lebih rendah terkena demensia (New York Post, 2025).

Penelitian longitudinal Whitehall II selama 28 tahun juga menunjukkan bahwa interaksi sosial pada usia sekitar 60 tahun dapat mengurangi risiko demensia dan meningkatkan fungsi kognitif (PMCID: PMC6677303).

Al-Qur’an menekankan pentingnya silaturahim

وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan peliharalah hubungan silaturahim.” (QS. An-Nisā’: 1)

Hadis Nabi ﷺ juga menegaskan

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahim.” (HR. al-Bukhari no. 5985, Muslim no. 2557)

Jalan Kaki dan Aktivitas Fisik

Aktivitas berjalan kaki terbukti memiliki manfaat neurokognitif yang signifikan. Sebuah penelitian melaporkan bahwa kelompok lansia yang rutin berjalan kaki intensitas tinggi memiliki memori episodik dan kognisi keseluruhan lebih baik dibanding mereka yang tidak berjalan (Alzheimer’s Research & Therapy, 2023).

Uji coba acak terkontrol menunjukkan bahwa program jalan kaki selama 15 minggu dapat memperlambat penurunan kognitif pada penderita demensia (PubMed ID: 20150731). Meta-analisis terbaru juga menegaskan bahwa latihan berjalan selama 40 menit, tiga kali seminggu, selama 6–26 minggu meningkatkan fungsi eksekutif dan memori global (PMCID: PMC12284334).

Bahkan efek jangka pendek ditemukan, berjalan kaki selama 30 menit dapat meningkatkan memori kerja hingga 5% dan memori episodik hingga 2,2% dalam 24 jam (The Times, 2025).

 

Al-Qur’an menegaskan pentingnya aktivitas menuju masjid

 

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Wahai anak Adam, pakailah pakaian terbaikmu setiap kali memasuki masjid.” (QS. al-A‘rāf [7]: 31)

 

Hadis Rasulullah ﷺ juga menyebutkan:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ، أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلًا كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ

“Barang siapa pergi ke masjid di waktu pagi atau sore, Allah menyiapkan baginya tempat singgah di surga setiap kali ia pergi pagi atau sore.” (HR. al-Bukhari no. 662, Muslim no. 669)

 

Dimensi Spiritual dalam Penanganan Demensia

Selain aspek medis dan sosial, spiritualitas berperan penting dalam memberikan makna hidup, ketenangan jiwa, dan motivasi bagi penderita demensia. Ibadah yang dilakukan secara rutin, khususnya dengan berjalan kaki ke tempat ibadah, tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik tetapi juga menghadirkan rasa damai dan kedekatan kepada Allah.

Pendekatan spiritual ini sejalan dengan prinsip bio-psycho-social-spiritual care, yang menekankan perawatan holistik bagi potensi penderita demensia: fisik (aktivitas), sosial (silaturahim), psikologis (stimulasi kognitif), dan spiritual (ibadah).

Penanganan demensia tidak cukup dengan pendekatan medis semata. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa hubungan sosial yang aktif, jalan kaki sebagai aktivitas fisik, dan ibadah rutin di tempat suci dapat memperlambat penurunan kognitif, meningkatkan kualitas hidup, dan memberikan makna spiritual yang mendalam. Al-Qur’an dan hadis telah memberikan landasan kuat untuk memadukan aspek sosial, fisik, dan spiritual sebagai strategi holistik dalam menghadapi demensia.

 

S. Miharja, Dosen Pascasarjana UIN Bandung

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *