Mahir Debat dan Kepenulisan Hukum: Strategi Sukses LKDM UIN Bandung Menembus Kancah Nasional

UINSGD.AC.ID (Humas) -– Dalam dunia hukum yang dinamis, penguasaan soft skill seperti debat dan kepenulisan hukum menjadi nilai tambah yang sangat signifikan. Hal inilah yang sejak sembilan tahun terakhir menjadi fokus utama Lembaga Kajian dan Debat Mahasiswa (LKDM) Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

LKDM, dikenal sebagai inkubator bagi mahasiswa hukum yang ingin mengasah kemampuan berpikir kritis, argumentatif, dan sistematis dalam menyampaikan gagasan hukum, baik secara lisan melalui debat, maupun secara tertulis dalam bentuk legal opinion, esai hukum, legal drafting dan karya ilmiah lainnya.

Salah satu kunci sukses LKDM dalam membentuk mahasiswa yang unggul di bidang debat hukum adalah pemahaman mendalam terhadap tiga aspek penilaian utama dalam debat itu Matter, Manner, dan Method.

1. Matter (Isi): Argumen hukum harus kuat, berbasis regulasi, teori hukum, dan preseden.

2. Manner (Penyampaian): Artikulasi, intonasi, gestur, dan kepercayaan diri menjadi komponen penting.

3. Method (Struktur): Penataan argumen harus sistematis, runtut, dan responsif terhadap lawan debat.

Selain penguasaan 3M tersebut, strategi lain yang terus ditekankan oleh LKDM adalah peningkatan jam terbang kompetisi.

“Tidak ada cara instan untuk mahir debat. Kuncinya adalah latihan konsisten dan banyak mengikuti lomba. Dari sanalah kita belajar menghadapi tekanan, mengatur waktu, hingga memahami berbagai pola argumen lawan,” ujar Naswa salah satu Debaters LKDM, Selasa (2/9/2025)

Senada dengan Debaters andalan LKDM, Reyhan Farika Chandra yang baru saja menjuarai dua Kompetisi Debat Hukum Nasional pada tahun 2025. Membagikan pengalamannya bahwa lebih dari sekadar teknik, keberhasilan dalam debat hukum ditentukan oleh kecintaan terhadap keilmuan itu sendiri.

“Kunci debat itu suka dan punya dedikasi terhadap ilmunya. Misalnya, kalau tertarik Hukum Tata Negara, ya harus dalami secara mandiri. Kenali tokoh-tokohnya seperti Prof. Jimly Asshiddiqie, Zainal Arifin Mochtar, Mahfud MD, dan lainnya,” ungkap Reyhan.

Mengibaratkan debat sebagai maraton sekaligus sprint. “Debat itu perlu stamina, fokus, dan penguasaan materi. Percaya pada tim juga penting, karena mereka adalah partner utama. Dan satu hal yang sering dilupakan, anggap lawan debat sebagai kawan berpikir, karena dari merekalah argumen kita ditempa jadi lebih tajam,” tambahnya.

Tak hanya debat, LKDM konsisten mencetak penulis-penulis hukum muda yang kompeten. Salah satunya adalah Ahmad Arifin, mahasiswa Ilmu Hukum UIN Bandung angkatan 2022, yang baru-baru ini meraih Juara 1 Nasional Kompetisi Legal Opinion di Festival Supremasi Sipil UIN Walisongo Semarang tahun 2025, dan Peringkat 5 Berkas Esai Hukum Terbaik di Indonesia Minds Abroad, diselenggarakan oleh PPI Ankara, Turki tahun 2025

Arifin membagikan rahasianya dalam menguasai kepenulisan hukum. “Pertama, harus terbiasa membaca dokumen hukum seperti undang-undang, putusan pengadilan, jurnal, dan opini hukum dari berbagai sumber. Kedua, bangun kerangka berpikir logis dan sistematis. Ketiga, latih kepekaan terhadap isu aktual hukum, lalu tuangkan dalam bahasa hukum yang lugas dan argumentatif,” jelasnya.

Mengingat pentingnya mencari mentor, mengikuti pelatihan kepenulisan hukum, serta tidak takut mengirim karya ke berbagai kompetisi.

Konsistensi Adalah Kunci

Selama sembilan tahun terakhir, LKDM UIN Bandung telah menorehkan banyak prestasi di tingkat nasional, baik dalam bidang debat hukum maupun kepenulisan. Pencapaian ini bukan hanya hasil dari kerja keras individu, tapi juga berkat sistem pembinaan yang terus dilakukan secara konsisten.

Dengan adanya dukungan dari kampus, semangat para pembina, serta dedikasi anggota, LKDM terus menjadi motor penggerak dalam membangun budaya akademik yang kuat di bidang hukum.

“Debat dan kepenulisan hukum bukan sekadar kompetisi, tetapi medium penting dalam membentuk karakter mahasiswa hukum yang kritis, objektif, dan bertanggung jawab,” pungkas Arifin.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *